Dispar Kalsel Perkuat Kerja Sama Pariwisata BIMP-EAGA, Dorong Geopark dan Ekonomi Kreatif Regional
Dinas Pariwisata Kalsel intensifkan Kerja Sama Pariwisata BIMP-EAGA dengan Sulsel dan Papua Barat Daya, fokus pada promosi, pengembangan geopark, dan ekonomi kreatif untuk daya saing regional.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini mengumumkan penguatan kerja sama regional yang signifikan. Langkah ini dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Papua Barat Daya. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi di kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
Penguatan kerja sama ini berpusat pada sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar. Abdul Karim Zaidan, Kepala Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Dispar Kalsel, menyatakan hal tersebut di Banjarmasin. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk pengembangan potensi wisata di wilayah timur Indonesia.
Fokus utama dari kemitraan ini mencakup beberapa aspek krusial. Di antaranya adalah penguatan promosi bersama dan pengembangan industri pariwisata berkelanjutan. Selain itu, penyusunan paket wisata yang terintegrasi antar wilayah juga menjadi prioritas utama.
Strategi Penguatan Promosi dan Industri Pariwisata Regional
Ruang lingkup kerja sama pariwisata yang dibahas sangat komprehensif, mencakup berbagai aspek penting. Abdul Karim Zaidan menjelaskan bahwa kemitraan ini meliputi pengembangan promosi pemasaran dan kegiatan bersama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas destinasi wisata di ketiga provinsi tersebut.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga fokus pada pengembangan industri pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini termasuk penyusunan paket wisata yang menarik dan terintegrasi antar wilayah BIMP-EAGA. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional.
Tidak hanya itu, pengembangan ekonomi kreatif juga menjadi bagian integral dari strategi ini. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta produk dan layanan pariwisata yang inovatif. Ini akan memberikan nilai tambah bagi pengalaman wisatawan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.
Pengembangan Geopark sebagai Prioritas Utama
Salah satu fokus utama dalam Kerja Sama Pariwisata BIMP-EAGA ini adalah pengembangan Geopark di masing-masing daerah. Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya memiliki potensi geopark yang unik. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.
Abdul Karim menegaskan bahwa pengembangan geopark merupakan prioritas strategis. Geopark memiliki nilai penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan BIMP-EAGA. Ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan alam dan warisan geologi yang ada.
Selain aspek pelestarian, pengembangan geopark juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui pengelolaan geopark, masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata. Ini akan menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dampak Kerja Sama BIMP-EAGA bagi Ekonomi Kreatif
Melalui penguatan Kerja Sama Pariwisata BIMP-EAGA ini, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan memiliki harapan besar. Terutama, untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antar wilayah yang terlibat. Sinergi ini krusial untuk mencapai tujuan bersama dalam pengembangan pariwisata.
Kolaborasi yang erat diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi pariwisata regional secara signifikan. Dengan promosi bersama dan paket wisata terintegrasi, potensi wisata akan lebih dikenal luas. Ini akan menarik lebih banyak pengunjung dan investasi ke daerah.
Pada akhirnya, kerja sama ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di masing-masing daerah. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat. Pengembangan keduanya secara sinergis akan menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews