Fakta Unik! Banjarmasin Gelar Rembuk Tani, Pertahankan Ketahanan Pangan dengan Lahan di Bawah Permukaan Laut

Pemerintah Kota Banjarmasin serius menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan lahan yang unik. Simak bagaimana rembuk tani menjadi kunci stabilitas pangan di kota ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik! Banjarmasin Gelar Rembuk Tani, Pertahankan Ketahanan Pangan dengan Lahan di Bawah Permukaan Laut
Pemerintah Kota Banjarmasin serius menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan lahan yang unik. Simak bagaimana rembuk tani menjadi kunci stabilitas pangan di kota ini! (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Banjarmasin baru-baru ini menggelar rembuk tani bersama kelompok petani setempat. Kegiatan ini bertujuan utama untuk menjaga ketahanan pangan dan melestarikan luas lahan pertanian. Acara penting ini diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap sektor pertanian.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menyatakan bahwa rembuk tani menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi para petani. Selain itu, inisiatif ini juga berfungsi untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan. Kota Banjarmasin, dengan luas wilayah terbatas dan populasi padat, sangat bergantung pada kestabilan pasokan pangan.

Meskipun mendapatkan pasokan dari luar daerah, Banjarmasin masih memiliki potensi besar dalam produksi pangan lokal. Kota ini memiliki sekitar 2.609 hektare lahan pertanian padi yang produktif. Keberadaan lahan ini menjadi krusial dalam upaya menjaga stabilitas kebutuhan pangan, khususnya beras, bagi lebih dari 700 ribu jiwa penduduknya.

Peningkatan Produksi Padi dan Luas Lahan Pertanian

Upaya menjaga ketahanan pangan di Banjarmasin menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari target tanam padi yang ditetapkan Kementerian Pertanian seluas 1.782 hektare, Banjarmasin berhasil melampaui target tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin mampu mencapai penanaman lebih dari 1.900 hektare pada tahun ini.

Keberhasilan ini tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dibuktikan melalui panen raya. Wali Kota Yamin beserta unsur Forkopimda turut serta dalam panen raya di lahan pertanian wilayah Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur. Momen ini menjadi bentuk syukuran atas produksi padi yang melimpah sekaligus ajang rembuk tani.

Yamin menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini dan mengapresiasi konsistensi petani. "Kita bersyukur bisa berkumpul bersama para petani untuk syukuran panen padi sekaligus rembuk tani," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan memotivasi para pejuang pangan di Banjarmasin.

Dukungan Infrastruktur dan Koordinasi Stakeholder

Pemerintah Kota Banjarmasin menyadari pentingnya dukungan komprehensif bagi petani. Yamin menekankan perlunya menjaga Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) pertanian. Selain itu, dukungan infrastruktur, penyediaan bibit, pupuk, serta kebutuhan lain sangat vital agar petani dapat terus produktif.

Pemkot Banjarmasin juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk keberlanjutan pertanian. "Kita akan koordinasikan semua pihak untuk pengairan, kita akan berkoordinasi dengan Balai Sungai, sedangkan terkait infrastruktur pertanian akan kita usulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Yamin. Koordinasi ini penting mengingat kondisi geografis Banjarmasin.

Kondisi lahan pertanian di Banjarmasin yang berada di bawah permukaan air laut menimbulkan tantangan tersendiri. Lahan sangat sensitif terhadap banjir dan genangan, sehingga memerlukan penanganan khusus terkait pengairan dan infrastruktur. Upaya kolaboratif antar lembaga menjadi kunci untuk mengatasi kendala ini.

Inovasi Pola Tanam untuk Peningkatan Produktivitas

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Pemkot Banjarmasin mendorong inovasi pola tanam. Saat ini, panen padi di Banjarmasin rata-rata hanya sekali setahun. Yamin berharap ke depan dapat mencoba pola tanam lebih dari satu kali dalam setahun.

Meskipun tantangan cukup besar, inovasi ini akan dimulai secara bertahap. "Ke depan, kita akan coba inovasi agar bisa dua kali, bahkan tiga kali dalam setahun, meskipun untuk tahap awal hanya di beberapa titik lahan tertentu," ungkap Yamin. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan yang ada.

Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang konsisten menjaga dan merawat lahan pertanian. "Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh petani, para pejuang ketahanan pangan yang terus berusaha menjaga hasil pertanian," pungkasnya. Dengan inovasi dan dukungan semua pihak, stabilitas pangan di Kota Banjarmasin diharapkan semakin terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi