Karantina Babel Kawal Ekspor Lada Putih, Genjot Minat Petani di Pasar Global

Karantina Babel intensif kawal ekspor lada putih, komoditas unggulan Bangka Belitung, demi tingkatkan minat petani dan penuhi tingginya permintaan pasar internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Karantina Babel Kawal Ekspor Lada Putih, Genjot Minat Petani di Pasar Global
Karantina Babel intensif kawal ekspor lada putih, komoditas unggulan Bangka Belitung, demi tingkatkan minat petani dan penuhi tingginya permintaan pasar internasional. (AntaraNews)

Pangkalpinang, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara aktif kawal ekspor lada putih, atau yang dikenal sebagai "muntok white pepper". Langkah ini diambil guna membangkitkan kembali semangat petani dalam mengembangkan komoditas unggulan ekspor daerah tersebut. Upaya pengawalan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi lada putih di Bangka Belitung.

Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti, menyatakan bahwa "Saat ini, permintaan pasar internasional terhadap lada putih masih tinggi." Oleh karena itu, Karantina Babel bersama pemerintah daerah setempat terus berkolaborasi melalui Program Go Ekspor. Program ini bertujuan untuk mengawal secara intensif pengiriman lada putih ke berbagai negara tujuan.

Pengawalan ekspor ini menjadi krusial agar para petani tetap termotivasi untuk mengembangkan perkebunan lada putih. Herwintarti menegaskan, "Potensi ekspor lada putih ini sangat tinggi dan kami ingin komoditas ini tetap menjadi program unggulan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi dan kualitas lada putih ini."

Potensi dan Realisasi Ekspor Lada Putih Babel

Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya penuh memanfaatkan tingginya permintaan pasar global terhadap lada putih. Komoditas "muntok white pepper" memiliki nilai strategis sebagai produk andalan ekspor dari wilayah tersebut. Dukungan penuh diberikan kepada para petani agar terus bersemangat dalam budidaya lada.

Berdasarkan data dari Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), volume ekspor lada putih dari Bangka Belitung sepanjang tahun 2025 mencapai 1,37 ribu ton. Pengiriman tersebut dilakukan dalam 184 kali frekuensi, dengan nilai ekonomi yang fantastis, mencapai Rp180 miliar. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan lada putih terhadap perekonomian daerah.

Selain pasar internasional, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik juga menunjukkan angka yang impresif. Sepanjang tahun 2025, tercatat 6.323 ton lada putih didistribusikan di pasar dalam negeri. Pengiriman domestik ini dilakukan sebanyak 308 kali, dengan nilai nominal mencapai Rp535,89 miliar. Ini memperlihatkan bahwa lada putih Bangka Belitung juga sangat diminati di pasar lokal.

Herwintarti menambahkan bahwa "Selama ini tujuan utama ekspor lada putih dari Babel meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan." Jaringan pasar yang luas ini menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan potensi ekspor. Karantina Babel akan terus memastikan kualitas dan kelancaran proses ekspor.

Tantangan Produksi dan Upaya Peningkatan

Meskipun potensi ekspor sangat besar, sektor perkebunan lada putih di Bangka Belitung menghadapi beberapa tantangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, melalui Kurniawan, menyatakan pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan perkebunan lada petani. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor ini secara berkelanjutan.

Data menunjukkan adanya fluktuasi dalam produksi lada putih. Selama tahun 2025, total produksi lada putih petani Kepulauan Babel mencapai 9.646,96 ton. Produksi ini tersebar di beberapa kabupaten, dengan Belitung menyumbang 3.831,82 ton dan Bangka Selatan 3.331,45 ton sebagai kontributor terbesar. Kabupaten Bangka juga turut menyumbang 1.198,68 ton.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan produksi. Pada tahun 2024, produksi lada putih mencapai 12.008,66 ton. Penurunan ini cukup signifikan dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Kabupaten Belitung pada tahun 2024 menghasilkan 4.321,86 ton, sementara Bangka Selatan 3.893,06 ton.

Kurniawan menjelaskan bahwa "Penurunan produksi lada putih ini, karena berkurangnya luas perkebunan lada putih sebagai dampak alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan lainnya." Pemerintah daerah bersama Karantina Babel terus mencari solusi untuk mengatasi masalah ini demi keberlanjutan produksi lada putih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi