Disparpora Luwu Utara Perkuat PAD dengan Retribusi Digital Pariwisata

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Luwu Utara siapkan retribusi digital pariwisata berbasis QRIS untuk tingkatkan transparansi dan Pendapatan Asli Daerah. Pembaca akan penasaran bagaimana sistem ini bekerja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disparpora Luwu Utara Perkuat PAD dengan Retribusi Digital Pariwisata
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Luwu Utara siapkan retribusi digital pariwisata berbasis QRIS untuk tingkatkan transparansi dan Pendapatan Asli Daerah. Pembaca akan penasaran bagaimana sistem ini bekerja. (AntaraNews)

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Luwu Utara tengah mempersiapkan penerapan sistem retribusi digital di berbagai destinasi wisata. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan daerah. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata secara signifikan.

Kepala Disparpora Luwu Utara, Saleh, menjelaskan bahwa digitalisasi ini melibatkan koordinasi intensif dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Pembahasan utama berfokus pada tata kelola retribusi pariwisata, termasuk implementasi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penerapan sistem ini di objek-objek wisata menjadi prioritas utama.

Inovasi ini merupakan bagian dari upaya modernisasi pengelolaan destinasi wisata di Luwu Utara. Dengan sistem digital, pelayanan kepada wisatawan akan menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, sistem retribusi digital ini diharapkan dapat meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah.

Peningkatan Transparansi dan Kontribusi PAD

Penerapan retribusi digital di sektor pariwisata sejalan dengan target peningkatan kontribusi PAD Kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu Utara tahun 2025, target PAD mencapai Rp142,68 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp44,43 miliar diproyeksikan bersumber dari sektor pariwisata yang memberikan sumbangan signifikan.

Kontribusi signifikan dari sektor pariwisata ini menjadi alasan kuat bagi Disparpora untuk mengoptimalkan penerimaan melalui sistem digital. Saleh menegaskan bahwa digitalisasi akan meningkatkan akurasi pencatatan penerimaan. Dengan demikian, kontribusi pariwisata terhadap PAD dapat diukur secara lebih transparan dan optimal.

Disparpora Luwu Utara berharap implementasi retribusi digital ini tidak hanya memperkuat penerimaan daerah dari sektor pariwisata. Lebih jauh, sistem ini juga diharapkan mendukung transformasi layanan publik berbasis digital. Ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien.

Implementasi QRIS dan Dukungan Bank Indonesia

Untuk mewujudkan sistem retribusi digital ini, Disparpora Luwu Utara akan mengadopsi pembayaran berbasis QRIS. Pemilihan QRIS didasarkan pada kemudahannya dalam transaksi non-tunai. Sistem ini memungkinkan wisatawan melakukan pembayaran secara cepat dan efisien di berbagai destinasi wisata.

Dalam proses implementasinya, Disparpora Luwu Utara menjalin kerja sama erat dengan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel). Kerja sama ini mencakup pemberian edukasi dan literasi keuangan kepada para pengelola destinasi wisata. Tujuannya adalah memastikan pemahaman yang komprehensif mengenai penggunaan dan manfaat QRIS.

Edukasi dari BI Sulsel menjadi krusial agar seluruh pihak terkait dapat mengoperasikan sistem ini dengan baik. Selain itu, literasi keuangan akan membantu pengelola memahami dampak positif digitalisasi. Hal ini termasuk peningkatan efisiensi operasional dan akuntabilitas keuangan dalam pengelolaan retribusi.

Fondasi Pariwisata Modern dan Berkelanjutan

Kepala Disparpora Saleh menambahkan bahwa sistem retribusi digital ini diharapkan menjadi fondasi penting. Fondasi ini akan mendukung pengelolaan destinasi wisata yang profesional, modern, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Luwu Utara dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investasi di sektor pariwisata.

Peningkatan kenyamanan bagi wisatawan menjadi salah satu prioritas utama dari penerapan sistem ini. Kemudahan dalam bertransaksi akan meningkatkan pengalaman kunjungan mereka. Hal ini secara tidak langsung dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan dan durasi tinggal wisatawan di Luwu Utara.

Transformasi digital ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengadaptasi teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Pada akhirnya, semua upaya ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih maju.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi