Dedi Mulyadi Bantah Tudingan Abu Janda: Orang Jawa Barat Sejak Lama Dikenal Toleran
Dedi mengatakan pelabelan negatif itu sama sekali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, merespons pernyataan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, yang melabeli Jabar sebagai provinsi barbar karena intoleransi. Dedi membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa masyarakat Jabar sangat terbuka.
Dedi mengatakan pelabelan negatif itu sama sekali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut, Jabar justru menjadi salah satu daerah paling ramah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hidup dan bekerja.
"Saya sih selalu melihat ya, segala sesuatu yang berkembang itu kita tanggapi secara dewasa. Bahwa hari ini saya tegaskan, orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran," ujar Dedi di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/6).
Dedi tidak menampik jika dalam dinamika sosial masih ada peristiwa yang kerap dikaitkan dengan intoleransi. Namun, ia menilai akar persoalannya lebih banyak dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi antar-kelompok, bukan karakter asli masyarakat Jabar.
"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena satu, miskomunikasi. Yang kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli," tuturnya.
Ia menjelaskan, berbagai kasus yang mencuat selama ini umumnya terjadi di lingkungan urban dan melibatkan sesama kelompok pendatang. Meski demikian, Dedi mengklaim situasi keamanan dan ketertiban di Jabar saat ini semakin kondusif.
"Setelah saya pimpin kan sudah makin redup. Insyaallah Jawa Barat provinsi yang terbuka. Gini aja deh, kalau ngomong tentang keterbukaan, provinsi mana yang seterbuka Jawa Barat?" tegasnya.
Keterbukaan itu, lanjut Dedi, dibuktikan dengan tingginya mobilitas penduduk dari berbagai daerah yang memilih menetap di Jabar. Masyarakat dari beragam suku dan budaya terbukti dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Ia juga menggarisbawahi bahwa konflik berlatar belakang suku nyaris tidak pernah terjadi di wilayahnya.
Isu Rumah Ibadah
Terkait isu rumah ibadah yang kadang menjadi sorotan publik, Dedi meyakini hal tersebut selalu bisa diselesaikan melalui jalur dialog dan musyawarah.
"Biasanya yang jadi sorotan adalah persoalan konflik rumah ibadah, dan itu bisa diselesaikan dengan pendekatan harmoni. Jadi tidak ada kalimat kata barbar bagi Jawa Barat. Buktinya semua orang bisa hidup di sini dan nyaman," pungkas Dedi.
Pernyataan Abu Janda di AS
Sebelumnya, pernyataan Abu Janda di Amerika Serikat yang menyebut Jabar dan Sumatra Barat sebagai wilayah barbar menuai polemik. Pernyataan tersebut memicu keresahan di kalangan masyarakat Minangkabau.
Ikatan Keluarga Minangkabau melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA). Laporan tersebut diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 26 Mei 2026.