Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Sulawesi Utara terus memperkuat implementasi lima program prioritas di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bangga Kencana Tahun 2026. Komitmen ini ditegaskan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Utara, Jeanny Yola Winokan, di Manado pada Sabtu (15/2).
Lima program prioritas yang digagas Kemendukbangga/BKKBN meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), serta AI-SuperApps Keluarga. Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi berbagai problematika keluarga, mulai dari pencegahan stunting hingga penyediaan layanan digital terintegrasi. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.
Transformasi Kemendukbangga/BKKBN menjadi 'policy driver', 'integrator', dan penyedia data keluarga tunggal yang akurat menjadi kunci utama. Hal ini bertujuan untuk mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional. Optimalisasi bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2040 juga menjadi fokus penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Advertisement
Advertisement
Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan lima program prioritas yang inovatif untuk menjawab tantangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) berfokus pada upaya kolektif untuk mencegah stunting melalui peran serta orang tua asuh. Sementara itu, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dirancang sebagai wadah edukasi dan pengembangan anak usia dini, memastikan tumbuh kembang optimal.
Selain itu, Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) bertujuan menginspirasi para ayah untuk berperan aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak, membentuk keluarga yang harmonis. Program Sidaya (Lansia Berdaya) memberikan perhatian khusus kepada kelompok lansia, mendorong mereka untuk tetap produktif dan berdaya di tengah masyarakat. Ini menunjukkan komitmen BKKBN terhadap kesejahteraan setiap anggota keluarga.
Inovasi digital juga menjadi bagian penting dari program prioritas ini melalui AI-SuperApps Keluarga. Aplikasi ini menyediakan layanan digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat dalam konsultasi problematika keluarga. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pemantauan kesehatan secara mandiri, menjadikan akses informasi dan layanan kesehatan lebih mudah dan cepat bagi keluarga di Sulawesi Utara.
Advertisement
Advertisement
BKKBN Sulawesi Utara juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya Kemendukbangga/BKKBN dalam memastikan asupan gizi yang cukup bagi kelompok rentan. Jeanny Yola Winokan menegaskan bahwa program MBG sangat relevan dengan tujuan BKKBN untuk menciptakan keluarga sehat dan berkualitas.
Dukungan terhadap program MBG difokuskan pada tiga kelompok sasaran utama yang sangat membutuhkan perhatian gizi. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Pemberian makanan bergizi gratis kepada kelompok ini diharapkan dapat mencegah masalah gizi buruk dan stunting, yang menjadi salah satu fokus utama Kemendukbangga/BKKBN.
Pelaksanaan program MBG akan melibatkan peran aktif penyuluh KB dan kader di lapangan. Mereka akan bekerja berdasarkan data 'by name by address', memastikan bantuan gizi tepat sasaran dan menjangkau individu yang paling membutuhkan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan meningkatkan efektivitas program dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan keluarga di daerah.
Advertisement
Advertisement
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam Rakornas Bangga Kencana Tahun 2026, menegaskan pentingnya transformasi Kemendukbangga/BKKBN. Transformasi ini menempatkan lembaga tersebut sebagai 'policy driver', 'integrator', dan penyedia data keluarga tunggal yang akurat. Hal ini krusial untuk mendukung berbagai program prioritas Presiden dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Transformasi ini juga menyoroti peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Dengan mengoptimalkan momentum bonus demografi yang diperkirakan akan berakhir pada tahun 2040, Indonesia memiliki peluang besar. Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan tujuan jangka panjang pembangunan.
Rakornas yang dilaksanakan pada 12-13 Februari 2026 di Jakarta tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta kepala perwakilan Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia. Selain itu, Pengurus DPD IPeKB Sulawesi Utara juga menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPeKB Indonesia Tahun 2026. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dan konsolidasi program yang kuat di daerah untuk mencapai tujuan bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews