Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kementan siap memverifikasi potensi lahan pertanian yang tersedia, memastikan kelayakan dan kebersihan dari masalah perizinan. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi area produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, dalam pertemuannya dengan Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, menyatakan kesiapan tersebut. Menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar untuk perluasan lahan produksi karena kondisi wilayahnya yang relatif mudah dikerjakan dan tidak didominasi rawa dalam. Kementan akan mendukung pembukaan lahan baru dan program cetak sawah di lokasi-lokasi yang diusulkan pemerintah daerah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan produksi pangan nasional serta kesejahteraan petani. Dengan verifikasi yang cermat, diharapkan lahan-lahan potensial dapat segera dimanfaatkan secara optimal. Proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan fokus pada manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat petani di Sulteng.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Lahan Pertanian dan Dukungan Kementan
Kementerian Pertanian melihat Sulawesi Tengah sebagai wilayah strategis dengan potensi ribuan hektare lahan yang dapat dioptimalkan. Hermanto menjelaskan bahwa sejumlah kawasan, termasuk Parigi Moutong dan Sigi, memiliki cadangan lahan yang signifikan untuk dikembangkan. Bahkan, terdapat lahan milik negara seluas sekitar 500 hektare di kawasan Khatulistiwa Parigi yang berpotensi mendukung produksi pertanian jika memenuhi syarat teknis yang ditetapkan.
Kementan akan memberikan bantuan verifikasi untuk memastikan lahan-lahan tersebut layak secara teknis dan bebas dari masalah perizinan. Dukungan ini mencakup program cetak sawah baru yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah. “Kami siap memverifikasi dan membantu daerah menyiapkan lahan yang benar-benar layak, bersih dari masalah perizinan, dan siap dikembangkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Hermanto.
Seluruh proses pengembangan lahan akan dilakukan dengan perencanaan yang matang, berorientasi pada keberlanjutan. Kementan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahapan berjalan transparan dan memberikan dampak positif bagi petani. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan maksimal potensi lahan di Sulteng.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemprov Sulteng untuk Kesejahteraan Petani
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong pembukaan lahan pertanian produktif. Menurutnya, upaya ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian integral dari strategi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat pasokan pangan. Pemprov bertekad mengoptimalkan lahan tidur agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Anwar Hafid menekankan bahwa fokus utama adalah bagaimana lahan-lahan baru ini dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi rakyat. “Yang paling penting adalah bagaimana lahan ini menjadi sumber penghidupan baru bagi rakyat. Kita pastikan semua upaya berjalan transparan, berpihak pada petani, dan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.
Pengalaman dari daerah lain menunjukkan bahwa program cetak sawah yang diiringi dengan pembangunan irigasi dan infrastruktur pendukung mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Oleh karena itu, Pemprov Sulteng siap berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat. Tujuannya adalah agar seluruh proses pengembangan lahan dapat berjalan serentak dan memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews