Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya modernisasi pertanian untuk mendongkrak produktivitas di sektor pangan. Pernyataan ini disampaikan di Tenggarong, Kalimantan Timur, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah. Langkah ini dianggap krusial demi efisiensi produksi pertanian.
Menurut Bupati Aulia, kemajuan teknologi pertanian memiliki peran sentral dalam meningkatkan hasil panen dan efektivitas kerja petani. Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan para petani. Modernisasi ini diharapkan dapat mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Rembuk dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025 yang dipusatkan di Kukar. Acara yang berlangsung pada 19-22 September ini diharapkan membuka wawasan pelaku pertanian. Transformasi dari pola manual ke modernisasi pertanian menjadi fokus utama diskusi.
Advertisement
Advertisement
Bupati Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi. Penerapan teknologi canggih ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kukar dan sekitarnya. Selain itu, modernisasi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan bagi para petani lokal. Praktik pertanian berkelanjutan menjadi salah satu pilar utama dalam visi ini.
Penggunaan pupuk dan pestisida organik menjadi salah satu arah utama dalam pertanian modern saat ini. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan secara signifikan. Modernisasi juga mencakup pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang lebih canggih. Hal ini membantu dalam pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Teknologi seperti drone, sistem irigasi pintar, dan bioteknologi berperan penting dalam optimasi penggunaan lahan. Selain itu, platform digital membantu petani dalam pengelolaan air dan pupuk secara lebih efektif. Teknologi ini juga mempermudah proses pemasaran hasil panen, terutama produk organik yang menyehatkan konsumen. Inovasi ini menciptakan ekosistem pertanian yang lebih cerdas dan responsif.
Advertisement
Advertisement
Rembuk dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025 menjadi wadah penting untuk memperkenalkan modernisasi pertanian. Acara ini dipusatkan di Kabupaten Kukar dan berlangsung selama empat hari, dari 19 hingga 22 September. Bupati Aulia berharap para pelaku pertanian dapat membuka wawasan mereka. Transformasi dari pola manual ke modernisasi pertanian menjadi agenda utama dalam kegiatan ini.
Melalui kegiatan nasional ini, diharapkan terjadi kontribusi signifikan dalam proses transformasi teknologi. Hal ini sangat mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya di Kabupaten Kukar. Sekitar 2.000 orang dari berbagai provinsi di Indonesia hadir dalam giat ini. Kehadiran mereka diharapkan memfasilitasi transfer pengetahuan yang berharga antar peserta.
Ketua KTNA Umum Nasional, M Yadi Sofyan Noor, menyatakan bahwa Kabupaten Kukar terpilih sebagai tuan rumah. Pemilihan ini didasarkan pada kesiapan daerah serta kesepakatan dari semua pihak terkait. Kegiatan ini dianggap sebagai ajang terbesar selama sejarah KTNA Nasional. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kukar turut menyukseskan acara tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan KTNA Nasional tahun ini memiliki keunikan tersendiri karena bertepatan dengan Pesta Adat Erau. Pesta Erau merupakan agenda budaya tahunan yang diselenggarakan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Acara budaya ini berlangsung dari 21 hingga 28 September, memberikan nilai tambah bagi para peserta. Peserta KTNA berkesempatan menyaksikan langsung kekayaan adat dan budaya lokal.
Yadi Sofyan Noor juga menambahkan bahwa kegiatan KTNA di Kukar sangat luar biasa. Acara ini dimeriahkan dengan banyaknya gerai pameran produk pertanian dan pasar murah. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung sektor pertanian. Sinergi antara acara pertanian dan budaya lokal menciptakan pengalaman yang kaya bagi seluruh peserta. Ini juga memperkuat citra Kukar sebagai daerah yang kaya akan potensi.
Sumber: AntaraNews
Advertisement