Penajam Paser Utara Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih hingga 52 Persen
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan peningkatan signifikan cakupan layanan air bersih menjadi 52 persen pada akhir tahun 2026, sebuah upaya penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, tengah gencar mengupayakan peningkatan cakupan layanan air bersih bagi warganya. Target ambisius telah ditetapkan untuk mencapai angka 52 persen pada akhir tahun 2026, meningkat 10 persen dari capaian sebelumnya yang berada di angka 42 persen. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses air bersih yang merata di seluruh wilayah.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Penajam Paser Utara, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa penambahan cakupan layanan air bersih ini menjadi prioritas utama. Dengan pertumbuhan yang konsisten setiap tahun, diharapkan seluruh desa dan kelurahan di PPU dapat segera menikmati layanan air bersih yang memadai. Upaya ini melibatkan berbagai strategi, mulai dari pembangunan infrastruktur baru hingga optimalisasi fasilitas yang sudah ada.
Pada tahun 2025, cakupan layanan air bersih di PPU telah menunjukkan peningkatan dari 34 persen menjadi 41 persen. Dengan target penambahan sekitar 10-15 persen sambungan air bersih rumah tangga setiap tahunnya, penyediaan air bersih diyakini dapat segera tuntas. Langkah-langkah konkret sedang diimplementasikan untuk mewujudkan target peningkatan cakupan layanan air bersih ini.
Target Ambisius Peningkatan Cakupan Layanan Air Bersih
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan peningkatan cakupan layanan air bersih yang signifikan, yakni bertambah 10 persen pada akhir tahun 2026. Target ini akan membawa total cakupan layanan air bersih di wilayah tersebut menjadi 52 persen, naik dari sekitar 42 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.
Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, cakupan layanan air bersih sudah berhasil meningkat dari 34 persen menjadi 41 persen. Apabila tren penambahan sekitar 10 hingga 15 persen sambungan air bersih rumah tangga dapat dipertahankan setiap tahun, maka penyediaan air bersih diharapkan dapat segera tuntas. Hingga saat ini, dari 54 kelurahan dan desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, baru 26 kelurahan atau desa yang telah terlayani, menyisakan 32 desa atau kelurahan yang masih menunggu akses.
Untuk mencapai target tersebut, pada tahun ini direncanakan penambahan sekitar 2.000 sambungan air bersih rumah tangga di seluruh wilayah kabupaten. Penambahan cakupan layanan air bersih ini sangat krusial mengingat masih banyak wilayah yang belum terjangkau. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat proses ini agar seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas air bersih.
Strategi Pemkab PPU Perluas Jaringan Air Bersih
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menerapkan berbagai strategi untuk memperluas cakupan layanan air bersih. Salah satu langkah utama adalah mengoperasikan instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP) berkapasitas 50 liter per detik yang berlokasi di Kecamatan Sepaku. WTP ini memiliki peran ganda, yaitu untuk memperluas layanan di wilayah Sepaku serta melayani kebutuhan air bersih perkantoran Ibu Kota Nusantara (IKN).
WTP berkapasitas 50 liter per detik ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum di kawasan intake Sungai Telake Sepaku. Instalasi ini berdampingan dengan instalasi pengolahan air berkapasitas 300 liter per detik yang berfungsi sebagai penunjang penyediaan air bersih IKN. Setelah selesai, WTP tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk dikelola oleh Perumda Air Minum Danum Taka, memastikan keberlanjutan operasionalnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan perluasan cakupan layanan air bersih dengan memanfaatkan instalasi pengolahan air milik PT ITCI. Pemanfaatan fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. Strategi kolaboratif ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memaksimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan akses air bersih.
Optimalisasi Infrastruktur dan Peran Komunitas
Optimalisasi infrastruktur air bersih juga menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan cakupan layanan air bersih di Penajam Paser Utara. WTP baru berkapasitas 10 liter per detik dan instalasi pengelolaan air lama berkapasitas 10 liter per detik di Kecamatan Waru turut menunjang program ini. Dengan produksi air bersih mencapai 20 liter per detik dari kedua WTP tersebut, cakupan layanan air bersih di kecamatan itu dapat bertambah, bahkan sebagian melayani warga di wilayah pesisir.
Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di desa dan kelurahan juga dimanfaatkan secara maksimal untuk perluasan cakupan air bersih. Program Pamsimas berperan penting dalam melayani kebutuhan air bersih warga setempat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan utama. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih dapat ditingkatkan.
Abdul Rasyid menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, badan usaha, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target cakupan layanan air bersih. Dengan memanfaatkan setiap potensi dan sumber daya yang ada, diharapkan seluruh masyarakat Penajam Paser Utara dapat segera memiliki akses mudah terhadap air bersih yang berkualitas. Upaya berkelanjutan ini menunjukkan komitmen untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews