IDAI Ingatkan Prioritas Bantuan Hidup Dasar untuk Pertolongan Pertama Anak Kesetrum
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai kunci utama dalam Pertolongan Pertama Anak Kesetrum demi meningkatkan keselamatan korban.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan masyarakat akan krusialnya penerapan Bantuan Hidup Dasar (BHD) ketika memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami sengatan listrik atau kesetrum. Langkah ini dinilai sangat vital untuk meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum penanganan medis lebih lanjut dapat diberikan.
Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa penanganan awal harus berfokus pada pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah sesuai standar kegawatdaruratan. Pernyataan ini disampaikan Piprim di sela kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI yang berlangsung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, pada hari Minggu.
Fokus pada prinsip dasar kegawatdaruratan ini diharapkan dapat menggeser kebiasaan masyarakat yang kerap melakukan tindakan kurang tepat. Prioritas utama adalah memastikan fungsi vital tubuh korban tetap terjaga dan berfungsi dengan baik.
Pentingnya BHD dalam Penanganan Awal Pertolongan Pertama Anak Kesetrum
Saat menghadapi anak yang kesetrum, penanganan awal yang tepat sangat menentukan nasib korban. IDAI menekankan pentingnya mengikuti standar awal kegawatdaruratan yang dikenal sebagai ABC: Airway (jalan napas), Breathing (pola napas), dan Circulation (sirkulasi darah).
Piprim menyoroti bahwa banyak masyarakat masih melakukan tindakan yang tidak relevan, seperti menggosokkan minyak pada korban atau cara lain yang tidak berkaitan dengan penyelamatan fungsi vital tubuh. Tindakan-tindakan tersebut justru dapat menunda pertolongan yang sebenarnya dibutuhkan.
Padahal, langkah paling penting adalah memastikan jalan napas korban tetap terbuka dan lancar. Setelah itu, kondisi pernapasan dan sirkulasi darah korban harus segera diperiksa untuk mengetahui status kegawatdaruratannya.
Langkah Resusitasi Jantung Paru (RJP) Jika Diperlukan
Apabila korban sengatan listrik tidak memberikan respons, masyarakat perlu segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). RJP merupakan bagian integral dari Bantuan Hidup Dasar yang krusial untuk menjaga fungsi organ vital.
Tindakan RJP harus dilakukan sebelum membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat atau sambil menunggu bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian. Keterlambatan dalam melakukan RJP dapat berakibat fatal bagi korban.
Piprim kembali menegaskan, "Seringkali orang malah sibuk menggosokkan minyak, padahal yang utama adalah memastikan jalan napasnya aman dan sirkulasi jantungnya terjaga." Ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman dan penerapan BHD yang benar.
Edukasi BHD sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Anak
IDAI secara aktif berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui edukasi Bantuan Hidup Dasar. Edukasi ini menjadi salah satu kegiatan utama yang digelar dalam peringatan HUT ke-72 IDAI.
Selain pelatihan BHD yang ditujukan bagi orang tua dan karyawan Taman Margasatwa Ragunan, acara tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif lainnya. Kegiatan tersebut meliputi skrining tumbuh kembang anak, skrining kelainan endokrin, serta sesi konsultasi kesehatan anak.
Berbagai inisiatif ini menunjukkan komitmen IDAI untuk terus melayani masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama yang tepat. "Kami tetap semangat melayani masyarakat," kata Piprim, menegaskan dedikasi organisasi.
Sumber: AntaraNews