Polda Papua Barat Salurkan 30 Ton Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga Pangan di Manokwari
Kepolisian Daerah Papua Barat menyalurkan 30 ton beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah di Manokwari, membantu masyarakat mendapatkan pangan terjangkau dan menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat telah menyalurkan sebanyak 30 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat di Manokwari. Penyaluran ini dilakukan melalui kegiatan bazar Gerakan Pangan Murah 2026 yang bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, kegiatan ini menjadi sangat relevan.
Polda Papua Barat bekerja sama dengan Perum Bulog Manokwari dalam menyalurkan beras SPHP ini, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam mendukung ketahanan pangan. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini, karena dapat membeli beras SPHP dengan harga yang lebih murah.
Upaya Polda Papua Barat dalam Stabilisasi Harga Pangan
Penyaluran 30 ton beras SPHP oleh Polda Papua Barat di Manokwari adalah langkah konkret dalam menanggapi kebutuhan masyarakat akan akses pangan yang terjangkau. Kegiatan Gerakan Pangan Murah 2026 ini menjadi solusi efektif untuk meringankan beban ekonomi warga, khususnya di tengah potensi kenaikan harga menjelang hari-hari besar.
Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Hal ini krusial untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan mencegah gejolak harga yang tidak diinginkan.
Kerja sama antara Polda Papua Barat dan Perum Bulog Manokwari menjadi kunci keberhasilan program penyaluran beras SPHP ini. Kolaborasi ini memastikan bahwa pasokan beras dapat didistribusikan secara efisien dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Inisiatif ini juga mencerminkan peran aktif Polri dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Dengan menyediakan beras SPHP, Polda Papua Barat berkontribusi langsung pada upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi warga Manokwari.
Mekanisme Penyaluran Beras SPHP dan Antusiasme Masyarakat
Masyarakat Manokwari menyambut baik Gerakan Pangan Murah ini, terbukti dari antusiasme yang tinggi di dua lokasi kegiatan di lingkungan Polda Papua Barat. Mereka dapat memperoleh beras SPHP berukuran lima kilogram dengan harga Rp60 ribu per karung, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Untuk memastikan pemerataan dan agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaat program ini, pembelian beras SPHP dibatasi. Setiap individu hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung beras berukuran lima kilogram.
Pembatasan ini merupakan strategi efektif untuk menghindari penimbunan dan memastikan distribusi yang adil. Dengan demikian, program beras SPHP ini dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan benar-benar membutuhkan.
Melalui mekanisme ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan beras murah, tetapi juga merasakan langsung manfaat dari program stabilisasi harga pangan yang digagas pemerintah. Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah Polri di wilayah Papua Barat tidak hanya bersifat insidental, melainkan akan diselenggarakan secara berkelanjutan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dalam jangka panjang.
Polda Papua Barat menyadari pentingnya kesinambungan program semacam ini untuk menghadapi tantangan pasokan dan harga pangan di masa depan. Dengan adanya program berkelanjutan, masyarakat akan memiliki jaminan akses terhadap pangan yang stabil.
Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo juga menyampaikan bahwa terlaksananya bazar Gerakan Pangan Murah Polri ini berkat dukungan berbagai pihak. Dukungan datang dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, serta pelaku usaha di Manokwari khususnya, dan Papua Barat umumnya.
Sinergi antara berbagai elemen ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem pangan yang kuat dan resilien. Kolaborasi ini memastikan bahwa upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Papua Barat.
Sumber: AntaraNews