Polda Papua Barat dan STIH Manokwari Jalin Kerja Sama Bentuk Pusat Studi Kepolisian
Polda Papua Barat resmi menggandeng STIH Manokwari untuk membentuk pusat studi kepolisian. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan keamanan masyarakat dan memperkuat dunia akademik.
Polda Papua Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari telah menjalin kerja sama strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, serta pengembangan kelembagaan. Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan pusat studi kepolisian.
Penandatanganan kerja sama penting ini dilakukan oleh Kepala Polda Papua Barat Brigjen Pol Alfred Papare dan Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma. Acara tersebut berlangsung di Ruang Vicon Polda Papua Barat, Manokwari, pada hari Selasa.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program transformasi Polri, sesuai dengan surat bernomor B/678/II/HUM.8.1.1/2026. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan keilmuan akademik dengan praktik kepolisian di lapangan.
Fokus Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian
Kepala Polda Papua Barat, Brigjen Pol Alfred Papare, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dr. Filep Wamafma dan seluruh sivitas akademika STIH Manokwari atas kerja sama ini. STIH Manokwari dipilih sebagai salah satu kampus untuk mengembangkan pusat kajian kepolisian. Kolaborasi ini mencakup pertukaran data dan informasi nonrahasia untuk penelitian akademik.
Selain itu, kerja sama ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan seminar. Pemanfaatan sarana dan prasarana secara bersama turut menjadi bagian integral dari kemitraan ini. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga akan diimplementasikan untuk mendukung pengembangan akademik dan praktik lapangan.
Kolaborasi ini juga mencakup penyelenggaraan pendidikan sarjana dan magister bagi personel kepolisian. Lebih lanjut, pelaksanaan pengkajian, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan menjadi agenda utama. Hal ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan keterampilan anggota kepolisian.
Sinergi Akademik untuk Tantangan Keamanan
Brigjen Pol Alfred Papare berharap kolaborasi antara dunia akademik dan kepolisian dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih progresif. Dengan demikian, teori akademik bisa dipadukan secara efektif dengan praktik tugas kepolisian di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan keamanan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, menjelaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen kampus yang berdiri sejak tahun 1975. Komitmen tersebut adalah menjadi perguruan tinggi unggul yang peduli terhadap penegakan hukum dan keamanan bagi masyarakat. Penandatanganan kerja sama dengan Polda Papua Barat ini menambah daftar kemitraan dengan lembaga penegak hukum yang telah terjalin sebelumnya.
Sebelumnya, STIH Manokwari telah menjalin kemitraan dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Pengadilan Tinggi Papua Barat. Dr. Filep Wamafma menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada STIH Manokwari sebagai mitra dalam pengembangan pusat studi kepolisian di Papua Barat.
Kontribusi Akademis untuk Penegakan Hukum
STIH Manokwari berkomitmen untuk senantiasa memberikan masukan akademis kepada Polda Papua Barat. Masukan ini penting dalam menyikapi dinamika persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai isu hukum yang ada.
Salah satu fokus utama adalah penerapan pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih humanis dan efektif dalam penanganan kasus. Dengan demikian, penyelesaian dan mitigasi konflik sosial dapat dilakukan secara tepat dan berkeadilan.
Melalui integrasi pengetahuan teoritis dan pengalaman praktis, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih mendalam mengenai kompleksitas masalah hukum. Kolaborasi ini juga bertujuan memperkuat dunia akademik dengan praktik operasional kepolisian. Ini akan memastikan relevansi kurikulum dan penelitian dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Sumber: AntaraNews