Unipa Buka Akses Perkuliahan di Lapas Manokwari, Wujudkan Pendidikan Sepanjang Hayat
Universitas Papua (Unipa) menjalin kerja sama dengan Lapas Manokwari untuk membuka akses perkuliahan bagi warga binaan dan pegawai, memastikan hak pendidikan terpenuhi dan mendukung reintegrasi sosial.
Universitas Papua (Unipa) secara resmi membuka akses pendidikan tinggi bagi warga binaan dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari. Inisiatif ini terwujud melalui penandatanganan kerja sama yang bertujuan memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi bagi semua warga negara. Langkah progresif ini menunjukkan komitmen Unipa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat.
Rektor Unipa, Prof. Hugo Warami, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang krusial. Ia menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan, bahkan bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang studinya sempat terhenti karena persoalan hukum.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak, tetapi juga mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah masa hukuman. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi pegawai lapas untuk meningkatkan kapasitas akademik mereka. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama dalam mengakses layanan pendidikan, tanpa terkecuali.
Memastikan Hak Pendidikan dan Reintegrasi Sosial
Prof. Hugo Warami dari Unipa menyatakan bahwa pendidikan harus terus berjalan sepanjang hayat, tanpa memandang status seseorang. Beliau menekankan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya. Komitmen ini menjadi landasan utama dalam menjalin kemitraan dengan Lapas Kelas IIB Manokwari.
Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan. Melalui akses perkuliahan ini, warga binaan diharapkan dapat mengembangkan potensi diri mereka. Hal ini akan sangat membantu mereka dalam proses kembali ke masyarakat setelah masa pidana berakhir.
Investasi pendidikan bagi warga binaan juga dipandang sebagai upaya strategis. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung reintegrasi sosial yang produktif dan berkelanjutan. Unipa berupaya memastikan bahwa status hukum tidak menghalangi seseorang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Skema Perkuliahan Adaptif dan Penilaian Holistik
Unipa telah merancang skema khusus agar warga binaan dapat mengikuti aktivitas perkuliahan dengan nyaman dan aman. Metode pembelajaran akan menggunakan sistem hybrid yang fleksibel. Ini memungkinkan kombinasi antara daring dan luring, disesuaikan dengan kondisi lapas.
Selain itu, metode penugasan dan portofolio juga akan menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar. Dosen Unipa juga akan dijadwalkan untuk mengajar langsung di dalam area lapas. Pendekatan ini memastikan bahwa warga binaan tidak perlu keluar dari lingkungan lapas selama perkuliahan.
Aspek penilaian akademik juga akan mempertimbangkan aktivitas produktif yang dilakukan warga binaan di lapas. Kegiatan seperti perikanan, pertanian, atau keterampilan lainnya dapat menjadi bagian dari pemenuhan beban studi. Pendekatan holistik ini mengakui kontribusi mereka dalam pengembangan diri.
Peningkatan Kapasitas untuk Warga Binaan dan Petugas
Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Adhy Prasetyanto, menyambut baik inisiatif Unipa ini. Ia mengapresiasi keterbukaan kampus dalam memberikan kesempatan pendidikan tinggi. Kerja sama ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Tidak hanya warga binaan, setiap pegawai lapas juga diberikan kesempatan untuk mendaftar sebagai mahasiswa Unipa. Mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3). Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalitas diri para petugas.
Dengan adanya perluasan akses pendidikan tinggi, warga binaan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik. Kompetensi ini krusial agar mereka dapat menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas. Peningkatan kapasitas petugas lapas juga akan memperkuat sistem pembinaan di lembaga tersebut. Ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja, menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews