Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan pemasyarakatan (WBP). Mereka resmi memperkuat program pendidikan kesetaraan dengan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra. Inisiatif ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan formal setara SD, SMP, hingga SMA bagi para WBP.
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan oleh Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, bersama Pengelola PKBM Azzahra, Rachmi Utari, di Banjarmasin pada Sabtu. Perjanjian ini merupakan pembaruan dari kerja sama yang telah berjalan. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk keberlanjutan program tersebut.
Program pendidikan ini mencakup Kejar Paket A, Paket B, dan Paket C, yang telah lama berjalan di lingkungan Lapas. Melalui pendidikan kesetaraan ini, WBP diharapkan dapat membangun bekal diri yang kuat. Mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan WBP
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin baik dengan PKBM Azzahra. Kerja sama ini disambut baik sebagai bagian integral dari pembinaan WBP. Program **Pendidikan Kesetaraan Lapas Banjarmasin** ini menjadi bukti nyata komitmen rehabilitasi.
Ia menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan adalah sarana vital bagi setiap WBP untuk memperbaiki diri. Program ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi mereka memiliki masa depan yang lebih cerah. Kesempatan ini tidak hanya tentang ijazah, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan keterampilan hidup.
PKS yang diperbarui ini memastikan bahwa program Kejar Paket A, Paket B, dan Paket C dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ini menunjukkan keseriusan Lapas dalam menyediakan akses pendidikan yang merata. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk reintegrasi sosial.
Advertisement
Advertisement
Komitmen PKBM Azzahra dan Dampak Positif Program
Rachmi Utari, Pengelola PKBM Azzahra Banjarmasin, menegaskan kembali komitmen lembaganya untuk mendukung program pendidikan di Lapas Banjarmasin. Ia menjelaskan bahwa program pembelajaran kesetaraan ini sudah berjalan sejak lama. Pembaruan perjanjian ini menjamin kegiatan dapat terus berlanjut tanpa hambatan.
Saat ini, tercatat ada 140 peserta aktif yang mengikuti program **Pendidikan Kesetaraan Lapas Banjarmasin** ini. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para WBP untuk belajar dan meningkatkan kualifikasi mereka. Fasilitas dan dukungan dari PKBM Azzahra sangat penting dalam menjaga keberlangsungan ini.
Rachmi berharap seluruh WBP yang mengikuti program ini dapat melanjutkan pendidikan mereka setelah bebas. Lebih dari itu, ia juga berharap mereka dapat memperoleh pekerjaan yang layak di masyarakat. "Lapas Banjarmasin bersama PKBM Azzahra berupaya membuka jalan bagi para WBP untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih bermartabat," ujar Rachmi. Ini adalah misi utama dari kolaborasi ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews