Pemkot Makassar Serahkan 108 Ijazah Kesetaraan, Dorong Akses Pendidikan untuk Semua

Pemerintah Kota Makassar menyerahkan 108 Ijazah Kesetaraan Pemkot Makassar kepada warga belajar, termasuk personel kebersihan, menegaskan komitmen dalam menjamin hak pendidikan bagi semua warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Makassar Serahkan 108 Ijazah Kesetaraan, Dorong Akses Pendidikan untuk Semua
Pemerintah Kota Makassar menyerahkan 108 Ijazah Kesetaraan Pemkot Makassar kepada warga belajar, termasuk personel kebersihan, menegaskan komitmen dalam menjamin hak pendidikan bagi semua warga. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini menyerahkan 108 ijazah program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Penyerahan ini ditujukan kepada warga belajar, termasuk personel Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan, yang telah berhasil menuntaskan pendidikan nonformal mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Makassar untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan komitmen kuat pihaknya dalam menjamin hak setiap warga negara. Pendidikan adalah hak fundamental tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat di kota ini. Program ini memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang belum sempat menyelesaikan jenjang pendidikan formal.

Ijazah yang diberikan mencakup Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, seluruhnya diakui secara resmi oleh negara. Dokumen penting ini dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau memenuhi persyaratan dalam dunia kerja. Ini membuka banyak pintu kesempatan bagi para penerima ijazah.

Komitmen Pemkot Makassar untuk Pendidikan Inklusif

Achi Soleman menjelaskan bahwa pendidikan merupakan hak asasi bagi seluruh warga negara, tanpa ada batasan usia maupun latar belakang sosial. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pemkot Makassar. Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang mungkin terlewat dari sistem pendidikan formal.

Disdik Kota Makassar berupaya keras untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang seringkali menghalangi individu untuk menempuh pendidikan. Dengan menyediakan jalur nonformal yang diakui, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan taraf pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh lapisan masyarakat.

Program pendidikan kesetaraan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Makassar serius dalam investasi sumber daya manusia. Pemberian ijazah bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah pengakuan atas dedikasi dan kerja keras para warga belajar. Hal ini juga menjadi motivasi bagi individu lain yang ingin melanjutkan pendidikan mereka.

Mekanisme Program Pendidikan Kesetaraan

Program pendidikan kesetaraan ini diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). SKB merupakan satuan pendidikan nonformal yang dikelola secara langsung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setempat. Di Kota Makassar, SKB berada di bawah pembinaan Bidang PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Disdik Kota Makassar.

Sementara itu, PKBM adalah lembaga pendidikan nonformal yang didirikan, dikelola, dan dikembangkan oleh masyarakat. PKBM berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam upaya memperluas akses layanan pendidikan bagi berbagai kalangan. Kedua lembaga ini melayani masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal, mulai dari remaja putus sekolah hingga pekerja dan orang dewasa.

Proses pembelajaran dalam program ini dirancang dengan sangat fleksibel, memungkinkan para peserta untuk tetap bekerja sambil menempuh pendidikan. Fleksibilitas ini menjadi kunci utama keberhasilan program, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu. Selain pembelajaran akademik, peserta juga dibekali berbagai keterampilan praktis yang dapat menunjang kehidupan dan dunia kerja mereka di masa depan.

Semangat Belajar Warga Makassar

Sebanyak 108 warga belajar SKB telah menerima ijazah pendidikan kesetaraan, mencakup Paket A, Paket B, hingga Paket C. Para penerima ijazah ini berasal dari beragam latar belakang, termasuk personel Satgas drainase dari Dinas Pekerjaan Umum, Satgas Kebersihan, tenaga cleaning service di rumah sakit, serta masyarakat umum lainnya. Keberagaman ini menunjukkan luasnya jangkauan program tersebut.

Achi Soleman mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat belajar yang ditunjukkan oleh para peserta, terutama dari kalangan satgas. Mereka memiliki motivasi yang luar biasa untuk terus menimba ilmu meskipun di tengah kesibukan pekerjaan. Semangat ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

"Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja," ujar Achi Soleman. Namun, ia menambahkan bahwa para warga belajar ini mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dedikasi mereka merupakan contoh nyata bahwa pendidikan adalah investasi seumur hidup yang patut diperjuangkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi