BRMP Papua Barat Kembangkan Benih Jagung, Dorong Kemandirian Pangan Daerah
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat menginisiasi pengembangan penangkaran benih jagung di Manokwari, diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan tanam hingga 200 hektare lahan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat tengah menggalakkan program pengembangan penangkaran benih jagung di Kabupaten Manokwari. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal secara signifikan. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Kepala BRMP Papua Barat, Abdul Syukur Syarif, meninjau langsung lokasi penangkaran di Kampung Macuan pada Sabtu (06/6). Lahan percontohan seluas satu hektare ini diproyeksikan menghasilkan enam ton benih jagung. Jumlah benih tersebut cukup untuk mendukung penanaman di sekitar 200 hektare lahan.
Pengembangan benih jagung secara mandiri merupakan langkah strategis yang diambil BRMP Papua Barat. Upaya ini dilakukan guna memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi petani. Hal tersebut sekaligus mempercepat siklus produksi pertanian di wilayah tersebut.
Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
Abdul Syukur Syarif menegaskan bahwa pengembangan benih jagung mandiri adalah kunci utama. Langkah ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi impor benih dari wilayah lain. Ketersediaan benih lokal juga menjamin kualitas yang sesuai dengan kondisi tanah setempat.
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Kepala Polda Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana, serta jajaran BRMP Papua Barat. Mereka meninjau perkembangan penangkaran benih dan lokasi pembangunan gudang pengering (dryer) jagung. Fasilitas ini penting untuk mendukung proses pascapanen jagung.
Keberadaan gudang pengering sangat vital untuk menjaga kualitas benih jagung yang dihasilkan. Mesin dryer akan membantu meningkatkan produktivitas dan mendukung sistem pembenihan yang modern. Penerapan teknologi ini diharapkan membawa dampak positif bagi petani jagung.
Tim lapangan BRMP Papua Barat juga mengevaluasi kondisi tanaman jagung di lahan percontohan. Meskipun sempat terdampak hama ulat grayak, perkembangan tanaman dinilai masih cukup baik. Tanaman menunjukkan pertumbuhan positif dan menjanjikan hasil yang optimal.
Inovasi dan Kolaborasi untuk Produktivitas Jagung
Dalam kesempatan peninjauan, Kepala BRMP Papua Barat memperkenalkan metode tanam sisip (single replanting). Metode ini memungkinkan penanaman kembali sebelum masa panen berakhir. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan mempercepat siklus produksi.
Brigjen Pol Sulastiana menekankan pentingnya perencanaan berbasis data untuk program pengembangan jagung. Data tersebut harus mencakup luas lahan potensial, jumlah kelompok tani, dan kebutuhan benih per distrik. Hal ini memastikan program berjalan terukur dan berkelanjutan.
Kepolisian mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Peningkatan produktivitas pertanian dan kemandirian benih di daerah menjadi fokus utama. Kolaborasi lintas lembaga teknis dan kelompok tani setempat sangat diperlukan.
BRMP Papua Barat juga memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik pemupukan yang efektif. Penjelasan mencakup penggunaan campuran pupuk urea dan phonska sesuai kebutuhan tanaman. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung secara signifikan.
Sumber: AntaraNews