Fakta Unik: 22,5 Ton Bantuan Benih Jagung Kementan Siap Dongkrak Produksi Pasaman Barat

Kabupaten Pasaman Barat menerima 22,5 ton bantuan benih jagung dari Kementan RI untuk 1.500 hektare lahan, berpotensi besar mendongkrak produksi jagung dan ketahanan pangan lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: 22,5 Ton Bantuan Benih Jagung Kementan Siap Dongkrak Produksi Pasaman Barat
Kabupaten Pasaman Barat menerima 22,5 ton bantuan benih jagung dari Kementan RI untuk 1.500 hektare lahan, berpotensi besar mendongkrak produksi jagung dan ketahanan pangan lokal. (AntaraNews)

Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menerima bantuan benih jagung sebanyak 22.500 kilogram atau setara 22,5 ton dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Bantuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan yang direncanakan untuk tahun 2025. Penyaluran benih ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat, Afdal, pada Sabtu (18/10) di Simpang Empat, menjelaskan bahwa benih jagung tersebut akan dialokasikan untuk lahan seluas 1.500 hektare. Lahan ini tersebar di 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat, menjangkau lebih banyak petani lokal.

Benih jagung yang diberikan merupakan benih unggul, sehingga diharapkan mampu memberikan hasil panen yang optimal. Dengan adanya bantuan benih jagung ini, pemerintah daerah optimistis target produksi jagung di Pasaman Barat dapat tercapai pada akhir tahun 2025.

Bantuan benih jagung sebanyak 22,5 ton ini menjadi angin segar bagi petani di Pasaman Barat. Alokasi benih untuk 1.500 hektare lahan di 11 kecamatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian. Benih unggul yang disediakan Kementan diharapkan menjadi kunci peningkatan hasil panen.

Hingga bulan September 2024, produksi jagung di Pasaman Barat telah mencapai 123.846 ton. Angka ini berasal dari panen di lahan seluas 20.641 hektare. Meskipun demikian, target produksi jagung untuk tahun 2025 adalah 223.236 ton, menunjukkan masih ada gap yang perlu dikejar.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat, Afdal, menyatakan keyakinannya terhadap pencapaian target tersebut. "Kami optimistis target produksi jagung tercapai pada akhir tahun," ujarnya, menggarisbawahi potensi panen yang berkelanjutan hingga akhir tahun 2025.

Selain bantuan benih jagung, Kementan RI juga memberikan berbagai dukungan lain untuk Pasaman Barat dalam upaya penguatan ketahanan pangan. Bantuan tersebut meliputi benih padi serta sarana produksi (saprodi) berupa benih dan pestisida untuk padi di lahan kering seluas 1.321 hektare, yang tersebar di tujuh kecamatan.

Kementan juga menyalurkan bantuan saprodi benih padi sawah melalui kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) non rawa. Program ini mencakup 500 hektare lahan di lima kecamatan dan diberikan kepada 18 kelompok tani. Dukungan ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pengembangan pertanian.

Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) turut menjadi fokus, mendukung kegiatan makan bergizi gratis. Bantuan P2B komoditas sayuran diberikan di tiga Nagari induk di Kecamatan Pasaman kepada 15 kelompok wanita tani (KWT). Selain itu, P2B komoditas ubi jalar juga disalurkan di tiga nagari induk kepada tiga KWT di kecamatan yang sama.

Optimalisasi lahan non rawa juga mencakup bantuan jaringan irigasi dan olah lahan, masing-masing seluas 500 hektare di lima kecamatan untuk 18 kelompok tani. Tidak hanya itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen dan pascapanen juga diberikan, termasuk 32 unit hands sprayer elektrik, empat unit pompa air, dua unit traktor roda dua, satu unit traktor roda empat, dan satu unit combine harvester besar (CHB) untuk panen padi sawah. Sebagian bantuan ini masih dalam proses distribusi dari pusat ke daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi