Tahukah Anda? Penyaluran Beras SPHP Bulog Sumut Capai 23.632 Ton, Efektif Tekan Harga di Pasar!
Perum Bulog Sumut telah menyalurkan 23.632 ton Beras SPHP Bulog Sumut hingga September 2025, mencapai 26,68% target tahunan. Bagaimana intervensi ini menstabilkan harga pangan?
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) melaporkan pencapaian signifikan dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 20 September 2025, total 23.632 ton beras SPHP telah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan.
Penyaluran masif ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok yang dilakukan pemerintah melalui Bulog. Jumlah tersebut telah mencapai 26,68 persen dari target tahunan Bulog Sumut yang ditetapkan sebesar 89.861 ton. Ini menjadi langkah strategis untuk mengendalikan inflasi harga beras di pasaran.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan melalui berbagai saluran. Ini termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Selain itu, Rumah Pangan Kita (RPK), swalayan, dan koperasi juga turut menjadi mitra penyaluran.
Strategi Penyaluran Beras SPHP untuk Stabilitas Harga
Budi Cahyanto menegaskan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan secara ekstensif melalui beragam saluran. Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh TNI, Polri, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi jalur distribusi utama. Ini memastikan beras dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
Salah satu contoh nyata adalah kontribusi Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Mereka telah berhasil menyalurkan 2.198.515 kilogram atau sekitar 2.198 ton beras SPHP sejak Agustus. Target tahunan Polda Sumut dalam kegiatan GPM ini adalah 7.715 ton, menunjukkan skala intervensi yang besar.
Bulog Sumut terus berupaya meningkatkan penyaluran beras SPHP kepada mitra-mitra strategisnya. Tujuannya adalah untuk mendekatkan pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meredam gejolak harga di tingkat konsumen.
Penyaluran ini disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan pasokan beras SPHP. Namun, terdapat aturan ketat yang harus dipatuhi, yaitu setiap pembeli hanya diperbolehkan mendapatkan maksimal 10 kilogram beras. Harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram, sama dengan mitra lainnya.
Efektivitas Intervensi Bulog dalam Menekan Harga Beras
Intervensi yang dilakukan oleh Bulog melalui penyaluran beras SPHP dinilai sangat efektif dalam menekan harga. Hal ini disampaikan oleh Gunawan Benjamin, seorang ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Menurutnya, langkah ini berhasil menjaga stabilitas harga pangan.
Gunawan Benjamin menjelaskan bahwa intervensi Bulog tersebut sejauh ini telah menunjukkan hasil positif. Kehadiran beras SPHP di pasar membantu menyeimbangkan permintaan dan penawaran. Ini krusial untuk mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali.
Data menunjukkan adanya penurunan harga beras medium di wilayah Sumut secara keseluruhan. Rata-rata harga beras medium turun dari kisaran Rp14.800-Rp14.500 per kilogram. Kini, harga tersebut bergerak di angka Rp14.650-Rp14.400 per kilogram, menunjukkan dampak langsung dari program SPHP.
Penurunan harga ini menjadi indikator keberhasilan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Dengan harga yang lebih stabil, daya beli masyarakat dapat terjaga. Ini juga membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga, terutama bagi kelompok rentan.
Sumber: AntaraNews