Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan ruang kreatif berbasis komunitas memiliki peran strategis. Hal ini penting dalam melestarikan keberlanjutan budaya dan mendorong inovasi tanpa menghilangkan akar tradisi lokal.
Pernyataan ini diterima di Jakarta pada Sabtu (27/6), menegaskan bahwa budaya akan tetap hidup. Budaya tidak hanya karena diwariskan, tetapi juga karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan secara kolektif oleh komunitasnya.
Komitmen ini sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Kementerian Kebudayaan terus berupaya memperkuat perlindungan tradisi budaya lokal secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Ruang Kreatif Komunitas
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa ruang kreatif budaya menjadi wadah vital bagi ekspresi dan pengembangan tradisi. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk secara aktif terlibat dalam menjaga warisan leluhur agar tidak punah dan tetap relevan di era modern.
Kementerian Kebudayaan secara konsisten berupaya memperkuat perlindungan tradisi lokal di seluruh pelosok negeri. Upaya ini dilakukan melalui pemberdayaan komunitas, penyelenggaraan festival budaya yang meriah, serta dokumentasi warisan budaya yang komprehensif dan berkelanjutan.
Selain itu, kementerian juga mendorong regenerasi nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda agar mereka lebih mencintai dan memahami identitas bangsanya. Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci strategis dalam mendokumentasikan, mempromosikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke kancah internasional secara lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Lengger Banyumas sebagai Manifestasi Pelestarian Budaya
Dalam konteks pelestarian ini, Zon secara khusus menyoroti acara Banyumas Lengger Bicara 2026 Gemah Ripah Loh Jinawi yang digagas oleh Yayasan Lengger Bicara. Pertunjukan tersebut dianggap sebagai manifestasi nyata komitmen masyarakat lokal dalam melestarikan warisan budaya mereka dengan penuh dedikasi.
Lengger Banyumas, menurutnya, jauh lebih dari sekadar pertunjukan tari biasa yang menghibur banyak orang. Tarian ini mewujudkan sejarah panjang, nilai-nilai luhur masyarakat lokal, ekspresi estetika yang mendalam, dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Melalui gerakan tari yang anggun, alunan musik yang khas, lagu-lagu tradisional, dan interaksi yang unik, Lengger Banyumas merepresentasikan kekayaan tradisi. Kekayaan ini berakar kuat pada warisan budaya Banyumas yang kaya, autentik, dan beragam, mencerminkan kearifan lokal.
Advertisement
Zon berharap pertunjukan Lengger Banyumas dapat terus berfungsi sebagai ruang dialog budaya yang memperkuat solidaritas antarwarga. Selain itu, hal ini juga akan mempertegas identitas regional serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan budaya Indonesia secara keseluruhan. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menambahkan bahwa tema "Gemah Ripah Loh Jinawi" menggambarkan sebuah tanah yang makmur, di mana budaya berkembang subur bersama masyarakatnya yang harmonis dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews