Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati aktif mengawal verifikasi barcode (QR Code) MyPertamina di lapangan. Kegiatan ini khusus bagi nelayan, memastikan penyaluran solar bersubsidi diterima pihak yang berhak. Langkah strategis ini menjaga akuntabilitas distribusi bahan bakar bersubsidi di pesisir.
Kompol Hendrik Irawan, Kasat Polairud Polresta Pati, menegaskan pentingnya verifikasi ini sebagai upaya krusial. Verifikasi memastikan setiap barcode dimiliki nelayan aktif yang berhak menerima solar subsidi. Proses ini menjadi benteng utama mencegah penyalahgunaan alokasi subsidi pemerintah.
Kegiatan verifikasi lapangan ini berlangsung di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, pada hari Sabtu. Kolaborasi erat terjalin antara Satpolairud Polresta Pati, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, dan Pos TNI AL Banyutowo. Pemerintah kecamatan dan desa, serta pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB), juga turut serta.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi antara berbagai instansi menjadi kunci utama dalam memastikan keakuratan data penerima solar bersubsidi. Satpolairud Polresta Pati bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Pos TNI AL Banyutowo, serta pemerintah setempat bekerja sama secara sinergis. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah menghasilkan data penerima subsidi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kompol Hendrik Irawan menjelaskan, sinergi lintas sektor ini sangat vital untuk mencapai target penyaluran BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Dengan melibatkan berbagai pihak, potensi kesalahan atau manipulasi data dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini juga memperkuat pengawasan terhadap distribusi solar bersubsidi di lapangan.
Keterlibatan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan juga berperan penting dalam proses ini. Mereka memberikan perspektif lokal dan membantu mengidentifikasi nelayan yang aktif. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang transparan dan adil bagi seluruh nelayan yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Proses verifikasi lapangan menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah, terutama di wilayah pesisir Pati. Petugas harus menggunakan kapal tambangan untuk menjangkau kapal-kapal nelayan tradisional. Banyak kapal nelayan kecil tidak dapat bersandar di dermaga atau memasuki alur Sungai Alasdowo, sehingga memerlukan pendekatan khusus.
Dalam upaya pendataan, petugas mendatangi setiap kapal nelayan satu per satu di lokasi. Mereka mencocokkan data administrasi yang ada dengan kondisi riil di lapangan, memastikan tidak ada ketidaksesuaian. Metode ini sangat efektif untuk mendapatkan informasi yang valid dan terverifikasi secara langsung.
Selain memeriksa fisik kapal, petugas juga memotret pemilik bersama dengan kapalnya sebagai bukti dokumentasi. Pencatatan titik koordinat menggunakan sistem GPS juga dilakukan untuk memastikan lokasi kapal sesuai. Pendekatan detail ini bertujuan untuk meminimalisir segala bentuk potensi penyalahgunaan data.
Advertisement
Advertisement
Metode verifikasi langsung di lapangan diterapkan secara ketat untuk mencegah berbagai bentuk manipulasi data. Kompol Hendrik Irawan menegaskan, hal ini penting untuk menghindari keberadaan kapal fiktif atau penggunaan barcode ganda. Praktik-praktik tersebut berpotensi besar menimbulkan penyalahgunaan solar bersubsidi yang merugikan negara dan nelayan yang berhak.
Berdasarkan pendataan sementara yang telah dilakukan, tercatat sebanyak 359 kapal di Desa Banyutowo. Hingga hari kedua proses verifikasi, sebanyak 104 kapal telah dinyatakan valid dan memenuhi syarat. Sementara itu, 199 kapal lainnya masih dalam tahap proses verifikasi lebih lanjut oleh tim gabungan.
Dalam proses ini, terdapat juga 56 kapal yang statusnya dicabut atau dibatalkan karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. Satpolairud Polresta Pati terus mengimbau seluruh nelayan untuk mematuhi ketentuan penggunaan BBM bersubsidi. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan melalui layanan Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews