Pemkab Lombok Tengah Canangkan Gerakan Tanam Cabai di Sekolah untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan Gerakan Tanam Cabai di Sekolah mulai Juli 2026. Inisiatif ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan edukasi siswa, sekaligus menekan fluktuasi harga cabai di pasaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Lombok Tengah Canangkan Gerakan Tanam Cabai di Sekolah untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan Gerakan Tanam Cabai di Sekolah mulai Juli 2026. Inisiatif ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan edukasi siswa, sekaligus menekan fluktuasi harga cabai di pasaran. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) meluncurkan program inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Gerakan Tanam Cabai di Sekolah akan dimulai pada Juli 2026 di seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Setiawan, menyatakan program ini bertujuan ganda. Selain memberikan pembelajaran praktis bagi peserta didik, gerakan ini juga mengantisipasi kenaikan harga cabai yang kerap terjadi setiap tahun. Kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci keberhasilan program ini.

Program ini akan menjadi bagian dari kurikulum sekolah di Lombok Tengah ke depannya. Tahap awal pelaksanaan akan difokuskan di wilayah Kecamatan Praya dan Praya Tengah. Selanjutnya, gerakan ini akan diperluas ke seluruh 12 kecamatan di Lombok Tengah secara bertahap.

Edukasi dan Ketahanan Pangan Melalui Gerakan Tanam Cabai

Gerakan Tanam Cabai di Sekolah ini bukan sekadar menanam, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda. Siswa akan diajarkan tentang proses pertanian, pentingnya ketahanan pangan, dan nilai ekonomi dari komoditas cabai. Pembelajaran langsung di lapangan diharapkan meningkatkan kesadaran mereka terhadap sektor pertanian.

Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah. Sinergi antar-OPD ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketersediaan bahan pokok.

Jenis tanaman cabai yang akan ditanam memiliki varietas unggul dan dapat tumbuh langsung di tanah tanpa media tanam khusus. Tanaman ini diperkirakan dapat berproduksi selama 1 hingga 2 tahun, dengan panen awal pada usia empat bulan. Potensi hasil panen yang berkelanjutan menjadi harapan utama dari inisiatif ini.

Strategi Stabilisasi Harga dan Dukungan Produksi Cabai

Lalu Setiawan menjelaskan, salah satu tujuan utama Gerakan Tanam Cabai di Sekolah adalah menstabilkan harga cabai di pasaran. Ketersediaan pasokan yang lebih banyak dari hasil panen sekolah diharapkan dapat menekan fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat. Ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Untuk memastikan keberhasilan produksi, Pemkab Lombok Tengah melibatkan ahli tanaman cabai. Para ahli ini akan memberikan pendampingan teknis kepada sekolah-sekolah yang berpartisipasi, mulai dari penanaman hingga perawatan. Dukungan profesional ini krusial untuk mencapai target produksi yang optimal dan berkualitas.

Hasil produksi cabai dari program ini juga telah memiliki jalur distribusi yang jelas. "Hasil produksi program ini siap ditampung oleh para Champion Cabai Indonesia," kata Lalu Setiawan. Ini memberikan jaminan bagi sekolah dan siswa bahwa hasil kerja keras mereka akan memiliki nilai ekonomis dan disalurkan secara efektif.

Target Luas Tanam dan Potensi Besar Lombok Tengah

Pemkab Lombok Tengah menargetkan luas tanam cabai dalam gerakan ini bisa mencapai 40 hektare. Angka ini didasarkan pada jumlah sekolah di Lombok Tengah yang hampir mencapai 600 unit. Setiap sekolah diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target ini, sekaligus menumbuhkan minat bertani sejak dini.

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa produksi cabai di Lombok Tengah mencapai 18.643 kuintal per tahun. Luas panen pada tahun tersebut tercatat seluas 263 hektare. Dengan adanya gerakan ini, potensi peningkatan produksi cabai di daerah tersebut sangat besar, mendukung swasembada pangan lokal.

Gerakan Tanam Cabai di Sekolah ini tidak hanya tentang angka produksi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif. Masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk lebih peduli terhadap isu ketahanan pangan. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan sosial melalui sektor pertanian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi