Operasi Gabungan Perkuat Pengawasan WNA Tambang Sangihe, Pastikan Sesuai Aturan
Kantor Imigrasi Tahuna bersama aparat gabungan intensifkan Pengawasan WNA Tambang Sangihe di areal Bowone, memastikan seluruh pekerja adalah WNI dan operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manado, Merdeka.com – Operasi gabungan lintas instansi menyisir warga negara asing (WNA) di areal pertambangan Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna bersama kepolisian, TNI, kejaksaan, dan dinas terkait. Tujuan utama operasi ini adalah sebagai langkah deteksi dini serta pengawasan hukum di wilayah perbatasan, guna memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Tahuna, Joudy Supit, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Pihaknya ingin memastikan seluruh kegiatan operasional di area tambang emas Bowone mematuhi regulasi yang berlaku. Operasi gabungan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga penegak hukum dan intelijen di daerah tersebut.
Hasil dari penyisiran terbaru ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya orang asing yang bekerja di lokasi pertambangan emas tersebut. Seluruh pekerja dan individu yang diperiksa di area tambang Bowone murni merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional di wilayah tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan keimigrasian dan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.
Hasil Operasi Gabungan di Bowone
Joudy Supit dari Imigrasi Tahuna memastikan bahwa operasi gabungan yang dilaksanakan tidak menemukan satu pun orang asing yang bekerja di wilayah pertambangan emas Bowone. “Kami juga sudah melakukan pengawasan di bulan April sebanyak dua kali, yang pertama kegiatan pengawasan dalam rangka Operasi Wirawaspada dan yang kedua Operasi Patroli Keimigrasian. Pada bulan 6 Mei 2026 kami juga melakukan pengawasan dan didapati tidak ada keberadaan orang asing,” katanya menambahkan. Pihaknya telah secara rutin melakukan pengawasan di area ini, termasuk dua kali pada bulan April lalu sebagai bagian dari Operasi Wirawaspada dan Operasi Patroli Keimigrasian.
Pengawasan serupa juga dilakukan pada bulan Mei 2026, yang hasilnya juga menunjukkan tidak ada keberadaan orang asing di lokasi. Seluruh individu yang diperiksa selama operasi ini adalah Warga Negara Indonesia, menegaskan kepatuhan operasional tambang terhadap regulasi keimigrasian. Kondisi ini memastikan bahwa aktivitas di areal tambang Bowone berjalan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, termasuk ketentuan terkait ketenagakerjaan dan izin tinggal bagi warga negara asing.
Perkuat Sinergi Pengawasan Keimigrasian
Operasi gabungan ini dirancang untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan sinergi antarlembaga penegak hukum dan intelijen setempat. Joudy Supit menekankan pentingnya membangun keterpaduan data dan informasi yang solid di antara seluruh unsur komunitas intelijen. “Melalui kolaborasi ini, diharapkan fungsi pengawasan keimigrasian dan keamanan wilayah perbatasan dapat berjalan lebih optimal, responsif, dan terintegrasi secara berkelanjutan,” harap Joudy.
Pengawasan yang responsif dan terintegrasi secara berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan serta ketertiban hukum. Keterlibatan berbagai pihak seperti kepolisian, TNI, kejaksaan, dan dinas terkait menunjukkan komitmen pemerintah. Mereka berupaya memastikan setiap kegiatan di wilayah perbatasan diawasi dengan ketat dan sesuai prosedur.
Penertiban Berulang di Area Tambang
Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stevy Sumolang, menambahkan bahwa penertiban di areal tambang Bowone telah dilakukan sebanyak empat kali. “Bisa dicek dalam pemberitaan sebelumnya, kami sudah melakukan penertiban dan ini keempat kalinya, kami melakukannya,” sebut Stevy. Ini menunjukkan konsistensi aparat dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan hukum di lokasi tersebut. Penertiban berulang ini menjadi bukti keseriusan pihak berwenang dalam mengawasi aktivitas pertambangan.
Operasi gabungan ini melibatkan berbagai pihak penting, meliputi Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut, Polres Kepulauan Sangihe, Kodim 1301/Sangihe, Pangkalan Angkatan Laut Tahuna, serta Kejari Kepulauan Sangihe dan Disnaker Kepulauan Sangihe. Kehadiran jurnalis juga menjadi bagian dari tim, memastikan transparansi dan akuntabilitas operasi. Keterlibatan banyak lembaga ini mencerminkan pendekatan komprehensif dalam pengawasan.
Sumber: AntaraNews