Bank Indonesia Ungkap Sektor Pendorong Ekonomi Sulsel Tetap Tumbuh Positif

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sektor pertanian hingga pertambangan menjadi kunci utama pendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang stabil di tengah tantangan global dan nasional, menarik perhatian investor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bank Indonesia Ungkap Sektor Pendorong Ekonomi Sulsel Tetap Tumbuh Positif
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sektor pertanian hingga pertambangan menjadi kunci utama pendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang stabil di tengah tantangan global dan nasional, menarik perhatian investor. (AntaraNews)

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama, pada Jumat (28/11) di Makassar, mengungkapkan bahwa sektor pertanian hingga pertambangan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sektor-sektor ini berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global dan nasional yang fluktuatif.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025, menyoroti ketahanan ekonomi Sulsel pasca pandemi COVID-19. Wahyu Purnama menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini didukung oleh lima sektor utama yang berperan strategis.

Lima sektor tersebut meliputi pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan, yang secara kolektif mendorong laju perekonomian daerah. Keberhasilan ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel yang melampaui rata-rata nasional.

Wahyu Purnama menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel yang berkelanjutan pasca pandemi COVID-19 tidak lepas dari kontribusi signifikan lima sektor kunci. "Pertumbuhan ekonomi Sulsel terus bertumbuh pasca pandemi COVID-19, itu karena didorong oleh lima sektor pendukung," katanya. Sektor-sektor ini telah menunjukkan resiliensi dan adaptasi yang baik terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Sektor pertanian, sebagai tulang punggung daerah, terus memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel. Bersama dengan sektor perdagangan, keduanya menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis dan saling mendukung. Aktivitas ekonomi di kedua sektor ini menjadi fondasi kuat bagi stabilitas regional.

Selain itu, sektor industri pengolahan juga berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan lapangan kerja. Sektor konstruksi, dengan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, turut menjadi pendorong investasi. Sementara itu, sektor pertambangan memberikan dorongan signifikan melalui komoditas unggulan yang diekspor.

Kombinasi kelima sektor ini membentuk struktur ekonomi yang beragam dan tidak terlalu bergantung pada satu jenis komoditas saja. Diversifikasi ini menjadikan ekonomi Sulsel lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, sebuah indikator kuat dari kinerja ekonomi yang sehat. Pada triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat mencapai 5,1 persen. Angka ini secara signifikan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,01 persen pada periode yang sama.

Dengan melihat potensi yang ada dari sektor-sektor penyumbang pertumbuhan ini, Bank Indonesia menyatakan optimismenya. BI memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel pada tahun 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan capaian tahun 2025. Proyeksi ini didasarkan pada fondasi ekonomi yang kuat dan potensi pengembangan lebih lanjut.

Tidak hanya dari sisi pertumbuhan, inflasi di Sulsel juga berhasil dijaga tetap stabil dan terkendali. Target inflasi yang ditetapkan berada pada angka 2,5 plus minus 1 persen. Capaian ini menunjukkan efektivitas kebijakan moneter dan fiskal dalam mengelola harga-harga kebutuhan pokok.

Data inflasi pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa inflasi tahunan tercatat sebesar 2,9 persen, sementara inflasi berjalan berada di angka 4,2 persen. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, mendukung stabilitas ekonomi makro di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Asisten Gubernur Sulsel, Darmawan Bintang, menegaskan bahwa upaya utama difokuskan pada penciptaan iklim investasi yang kondusif. Hal ini penting untuk menarik lebih banyak investor masuk ke wilayah Sulsel.

"Upaya itu dengan memberikan iklim investasi yang baik pada investor, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung," ujar Darmawan Bintang. Penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti akses jalan, listrik, dan telekomunikasi, menjadi prioritas. Fasilitas ini esensial untuk mendukung operasional bisnis dan industri.

Selain infrastruktur, Pemprov Sulsel juga berupaya menyederhanakan regulasi dan perizinan investasi. Kemudahan berinvestasi diharapkan dapat menarik modal baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, investasi baru akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian lebih cepat.

Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus memperkuat fondasi ekonomi Sulsel. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menjaga stabilitas harga di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi