Pemprov Maluku dan Kodam Pattimura Sinergi Berikan Layanan Kesehatan Gratis Maluku di Aboru
Pemprov Maluku dan Kodam XV/Pattimura bersinergi menggelar Layanan Kesehatan Gratis Maluku di Negeri Aboru, Maluku Tengah, wujudkan akses medis merata bagi warga terpencil.
Pemerintah Provinsi Maluku bersama Komando Daerah Militer XV/Pattimura baru-baru ini menyelenggarakan layanan kesehatan gratis bagi ratusan warga di Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pelayanan medis di wilayah kepulauan yang masih minim fasilitas kesehatan. Inisiatif kolaboratif antara pemerintah daerah dan TNI ini menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyatakan bahwa program Layanan Kesehatan Gratis Maluku menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah menjangkau penduduk di daerah terpencil yang seringkali menghadapi kendala akses ke fasilitas medis. Antusiasme tinggi dari ratusan warga Aboru yang hadir membuktikan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Bethel Aboru ini melibatkan 11 tenaga kesehatan dari Pemprov Maluku dan 19 tenaga medis dari Puskesmas Haruku-Sameth. Berbagai jenis layanan medis disediakan secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan umum hingga konsultasi dengan dokter spesialis, demi memastikan kesehatan optimal bagi seluruh peserta.
Kolaborasi Pemprov dan TNI Wujudkan Akses Medis Merata
Kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Komando Daerah Militer XV/Pattimura menjadi kunci sukses terselenggaranya Layanan Kesehatan Gratis Maluku di Negeri Aboru. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa sinergi ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah dan TNI terhadap masyarakat. Mereka bertekad untuk memastikan bahwa setiap warga, termasuk di daerah terpencil, mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak.
Program ini secara khusus menargetkan wilayah kepulauan dan terpencil yang seringkali luput dari jangkauan fasilitas medis konvensional. Lewerissa menekankan bahwa kegiatan seperti ini merupakan prioritas utama untuk mengatasi keterbatasan akses yang dihadapi oleh banyak komunitas. Masyarakat Aboru menyambut baik inisiatif ini, terlihat dari tingginya jumlah partisipan yang mencapai ratusan orang.
Antusiasme warga Negeri Aboru tidak hanya mencerminkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, tetapi juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan akses medis yang lebih baik. Keberhasilan program Layanan Kesehatan Gratis Maluku ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Berbagai Layanan Medis Tersedia untuk Warga Aboru
Dalam kegiatan Layanan Kesehatan Gratis Maluku ini, beragam jenis pelayanan medis disediakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga Negeri Aboru. Mulai dari pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, hingga konsultasi dengan dokter spesialis, semuanya diberikan secara cuma-cuma. Hal ini memastikan bahwa warga dapat memperoleh penanganan komprehensif tanpa terbebani biaya.
Direktur RSUD Dr. M Haulussy Ambon, dr. Winny Natacia Leiwakabessy, menjelaskan bahwa tim medis yang bertugas terdiri dari tiga dokter spesialis, yaitu spesialis penyakit mulut, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak. Mereka didukung oleh sejumlah dokter umum serta perawat yang kompeten. Kehadiran dokter spesialis ini sangat membantu dalam memberikan diagnosis dan penanganan yang lebih mendalam.
Data pelayanan mencatat sebanyak 359 warga telah memanfaatkan Layanan Kesehatan Gratis Maluku ini. Rinciannya meliputi 33 pasien pengobatan umum, 74 pasien gigi, 166 pasien mata, 36 pasien anak, dan 50 pasien penyakit dalam. Angka ini menunjukkan cakupan layanan yang luas dan respons positif dari masyarakat terhadap program tersebut.
Meskipun tidak semua tindakan medis dapat dilakukan di lokasi, dr. Winny menekankan pentingnya pemeriksaan awal untuk menentukan pasien yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga terpencil untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan jika diperlukan.
Program Sosial Lengkapi Layanan Kesehatan di Maluku Tengah
Selain pelayanan medis, Gubernur Maluku bersama Pangdam XV/Pattimura juga melengkapi kegiatan ini dengan program sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu program unggulan adalah pembagian kacamata gratis bagi warga lanjut usia berusia 40 tahun ke atas. Program ini merupakan prioritas rutin yang selalu dilaksanakan dalam setiap kunjungan pelayanan kesehatan ke desa-desa terpencil.
Pembagian kacamata gratis ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup lansia, terutama dalam hal penglihatan. Banyak warga di daerah terpencil yang kesulitan mengakses optik atau membeli kacamata, sehingga program ini sangat membantu mereka. Dr. Winny Natacia Leiwakabessy menambahkan bahwa program kacamata ini selalu menjadi titipan khusus dari Gubernur dalam setiap agenda pelayanan.
Tidak hanya itu, Kodim 1504/Ambon turut berpartisipasi dengan menyalurkan bantuan beras SPHP masing-masing 5 kilogram kepada 89 warga kurang mampu. Penerima manfaat bantuan ini meliputi janda, duda, yatim, lansia, hingga penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang membutuhkan.
Program-program sosial ini menunjukkan bahwa Layanan Kesehatan Gratis Maluku tidak hanya berfokus pada aspek medis semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat secara menyeluruh. Inisiatif ini memperkuat ikatan antara pemerintah, TNI, dan rakyat, serta menciptakan dampak positif yang lebih luas di Maluku Tengah.
Sumber: AntaraNews