Lebaran Topat Mataram: Tradisi Abadi Perekat Kebersamaan dan Toleransi Warga
Pemerintah Kota Mataram kembali sukses menggelar perayaan Lebaran Topat Mataram 1447 H/2026, menegaskan komitmen menjaga tradisi sebagai identitas budaya dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali merayakan Lebaran Topat atau Ketupat sebagai bagian penting dari rangkaian Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Perayaan ini berlangsung meriah pada Sabtu, 28 Maret 2026, dipusatkan di dua lokasi keramat ikonik, yaitu Makam Bintaro dan Taman Loang Baloq.
Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi simbol identitas budaya yang kuat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana vital untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, menyatakan rasa syukurnya atas keberlanjutan tradisi yang selalu dinantikan ini, meskipun ada sedikit penyesuaian dalam pelaksanaannya.
Lebaran Topat merefleksikan nilai-nilai religius sekaligus memperkuat kebersamaan dan toleransi di tengah dinamika global yang terus berubah. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Mataram untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menjaga warisan budaya secara turun-temurun.
Lebaran Topat sebagai Identitas Budaya dan Perekat Sosial
Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, menegaskan bahwa perayaan Lebaran Topat adalah konsistensi tradisi yang harus terus dijaga. Ia menyebutkan, “Kita bersyukur, hari ini kembali bisa melaksanakan tradisi Lebaran Topat dengan suasana penuh sukacita. Ini adalah kegiatan yang terus kita jaga konsistensinya dari tahun ke tahun, meskipun ada sedikit penyesuaian.”
Tradisi ini memiliki filosofi mendalam, dengan ketupat sebagai simbol nilai-nilai kehidupan dan kebersamaan yang kuat. Lebih dari sekadar seremonial, Lebaran Topat menjadi cerminan dari semangat gotong royong dan persatuan masyarakat Mataram.
Pelestarian tradisi ini, menurut Wali Kota, adalah tanggung jawab bersama, khususnya dalam membina generasi muda agar tetap memegang teguh nilai-nilai positif di tengah perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan, baik dari sisi agama, politik, maupun pandangan sosial, untuk mengelola semangat toleransi yang ada.
Peran Aktif Pemerintah Kota dalam Pelestarian Tradisi
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, yang turut hadir di Taman Loang Baloq, menyatakan bahwa Lebaran Topat merupakan simbol kuat bagaimana budaya lokal mampu menghadirkan ruang perjumpaan lintas komunitas, lintas generasi, dan lintas kebersamaan. “Semangat itulah yang mengemuka dalam perayaan Lebaran Topat Kota Mataram 1447 Hijriah/2026 yang digelar di Taman Loang Baloq dan Bintaro,” katanya.
Pelaksanaan Lebaran Topat di Kota Mataram merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui momentum budaya yang sarat makna. Pemerintah Kota Mataram memanfaatkan momen ini sebagai sarana bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati suasana kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga.
Perayaan Lebaran Topat setiap tahun dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Loang Baloq dan Bintaro, untuk memastikan suasana perayaan yang lebih merata dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dinas Pariwisata Kota Mataram juga berkoordinasi lintas sektor, termasuk dengan Polresta Mataram dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan memastikan keamanan.
BPBD Kota Mataram bahkan mendirikan posko pengamanan terpadu di tiga objek wisata, termasuk Pantai Loang Baloq, Pantai Boom atau Ampenan, dan Pantai Bintaro, untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca dan gelombang pasang, demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Filosofi Mendalam dan Harapan Kebersamaan
Kegiatan Lebaran Topat tidak hanya penting dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Wakil Wali Kota Mataram menyoroti pentingnya “kesehatan sosial” dalam konteks perayaan ini, di samping kesehatan fisik, mental, ekonomi, dan spiritual.
Suasana kebersamaan, kegembiraan keluarga, dan interaksi sosial yang hangat dalam perayaan seperti ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat yang sehat dan harmonis. Pemerintah Kota Mataram berharap warga masyarakat bisa bergembira dan bersenang-senang dengan keluarga dalam suasana yang aman, nyaman, damai, serta religius, dengan tema “Berkah Ketupat” pada tahun ini.
Puncak perayaan Lebaran Topat di dua lokasi tersebut diawali dengan serangkaian kegiatan spiritual dan budaya. Acara dimulai dengan ziarah makam keramat, dilanjutkan dengan selakaran, doa, dan zikir, serta tradisi ngurisan atau cukur rambut bayi. Rangkaian perayaan ini kemudian ditutup dengan acara begibung atau makan bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sumber: AntaraNews