BI Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan September 2025
Kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Juli Budi Winantya menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) masih terus mencermati ruang penurunan suku bunga acuan atau BI rate. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.
“BI rate pak Gubernur menyampaikan bahwa kita terus mencermati ruang penurunan di BI untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi,” kata Juli dalam media briefing di Yogyakarta, Jumat (22/8).
Menurutnya, kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.
“Menjaga inflasi tetap rendah tepat sasaran, stabilitas nilai tukar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian lebih tinggi lagi tanpa mengganggu inflasi,” ujar dia.
Juli menegaskan, BI tidak ingin langkah pelonggaran kebijakan moneter justru menimbulkan tekanan baru pada perekonomian. Karena itu, keputusan penurunan suku bunga akan selalu disesuaikan dengan kondisi makroekonomi terkini.
“Tentunya tetap mempertimangkan inflasi, jadi ruangnya masih terus dicermati,” kata dia.
BI turunkan Suku Bunga Menjadi 5% di Agustus 2025
Bank Indonesia pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
"Keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam konferensi pers RDG BI Agustus, Rabu (20/8).
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Pertumbuhan Ekonomi RI
Adapun Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2025 lebih baik dari perkiraan. Ekonomi triwulan II 2025 tumbuh sebesar 5,12% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 sebesar 4,87% (yoy).
Kenaikan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi sejalan dengan penanaman modal yang tumbuh positif dan konsumsi rumah tangga seiring lebih tingginya mobilitas masyarakat.
Ekspor barang dan jasa juga meningkat dipengaruhi oleh front-loading ekspor ke AS sebagai antisipasi pengenaan tarif serta kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.