Duel Panas Brasil vs Maroko Piala Dunia 2026: Ajang Pembuktian Dua Tim Kuat
Timnas Brasil dan Maroko akan saling berhadapan di Grup C Piala Dunia 2026. Laga ini menjadi pembuktian serius bagi kedua tim untuk melangkah jauh di turnamen akbar tersebut.
Pertandingan sengit akan tersaji di Grup C Piala Dunia 2026 saat Timnas Brasil berhadapan dengan Timnas Maroko. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB. Kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk menunjukkan performa terbaik mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi ini.
Brasil, sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara, datang dengan status unggulan. Sementara itu, Maroko berambisi besar untuk mengulang pencapaian impresif mereka pada edisi 2022, ketika berhasil menumbangkan tim-tim besar dunia. Duel ini dipandang sebagai ajang pembuktian keseriusan kedua negara dalam melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Pertemuan keempat antara Brasil dan Maroko ini bukan hanya sekadar perebutan poin di fase grup. Ini adalah kesempatan bagi kedua tim untuk mengukur kekuatan dan strategi mereka di hadapan publik global. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan pertandingan yang sarat gengsi dan potensi kejutan ini.
Motivasi Tinggi Brasil di Piala Dunia 2026
Brasil menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi, didukung oleh kualitas skuad mumpuni serta kehadiran pelatih kawakan Carlo Ancelotti. Meskipun demikian, perjalanan Selecao menuju turnamen ini tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat menghadapi kesulitan pada babak kualifikasi zona CONMEBOL.
Tim Samba hanya finis di peringkat kelima klasemen akhir dengan 28 poin dari 18 pertandingan, terpaut 10 poin dari Argentina yang menempati posisi teratas. Namun, memasuki masa persiapan Piala Dunia 2026, Vinicius Junior dan kawan-kawan menunjukkan perkembangan positif. Mereka berhasil meraih kemenangan atas Panama (6-2) dan Mesir (2-1) dalam laga uji coba.
Selain itu, Brasil memiliki kenangan manis di Amerika Serikat, negara yang menjadi tuan rumah pertandingan ini. Negeri Paman Sam adalah tempat Selecao meraih gelar Piala Dunia keempat mereka pada tahun 1994. Saat itu, tim yang diperkuat Romario sukses menjadi juara setelah mengalahkan Italia melalui adu penalti di partai final, menambah motivasi bagi skuad saat ini.
Maroko Bertekad Ulangi Sukses Piala Dunia 2022
Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk mengulang keberhasilan mereka pada edisi 2022. Pada turnamen sebelumnya, Singa Atlas mampu menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan sejumlah tim unggulan dan mencapai semifinal. Keberhasilan tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap tim asal Afrika ini.
Tim asuhan Mohamed Ouahbi ini memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan pada kualifikasi zona Afrika Grup E. Mereka berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan kualifikasi. Menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka, Achraf Hakimi dan rekan-rekannya tidak mengalami kesulitan berarti untuk melaju ke putaran final.
Dalam masa persiapan menuju Piala Dunia, Maroko juga mencatat hasil cukup meyakinkan. Mereka mengalahkan Burundi 5-0 dan Madagaskar 4-0, sebelum bermain imbang 1-1 melawan Norwegia. Laga kontra Brasil akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Maroko untuk mengukur sejauh mana kekuatan mereka dalam menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026 dan membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim 'underdog'.
Rekor Pertemuan Brasil dan Maroko
Sepanjang sejarah, Brasil dan Maroko baru bertemu tiga kali di berbagai ajang. Brasil unggul dalam rekor pertemuan dengan dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya berhasil dimenangkan oleh Maroko. Ini akan menjadi pertemuan keempat mereka, sekaligus yang kedua di putaran final Piala Dunia.
Dua kemenangan Brasil terjadi pada dekade 1990-an, termasuk saat kedua tim bertemu pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertemuan pertama berlangsung dalam laga persahabatan di Belem, Brasil, pada 9 Oktober 1997, di mana tuan rumah menang 2-0. Setahun kemudian, pada 16 Juni 1998, Brasil kembali menang 3-0 di laga Grup A Piala Dunia 1998 di Stadion de la Beaujoire, Nantes.
Pertemuan ketiga baru terjadi pada 25 Maret 2023 di Stadion Ibn Batouta, Tangier. Kali ini, Maroko berhasil mengalahkan Brasil dengan skor 2-1, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kekuatan mereka. Pertandingan di New Jersey nanti akan menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik di antara keduanya.
- (09/10/1997) Brasil 2 - 0 Maroko (Pertandingan Persahabatan)
- (16/06/1998) Brasil 3 - 0 Maroko (Piala Dunia 1998)
- (25/03/2023) Maroko 2 - 1 Brasil (Pertandingan Persahabatan)
Komentar Pelatih Kedua Tim
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun, termasuk Maroko. Menurut Ancelotti, menangani tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan yang tidak ingin disia-siakannya. Ia menyatakan keyakinan timnya untuk bersaing di level tertinggi.
"Kami sangat yakin bisa menghadapi tim mana pun. Untuk menang, itu sangat sulit untuk dikatakan. Kami bisa bersaing dan kami siap bersaing. Kami memiliki firasat baik tentang Piala Dunia ini," kata Ancelotti. Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan diri tinggi dari kubu Selecao.
Sementara itu, pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menilai timnya tidak lagi layak disebut sebagai underdog setelah pencapaian bersejarah pada Piala Dunia 2022. Ouahbi mengakui Maroko kini menghadapi ekspektasi yang lebih besar untuk mengulang kesuksesan tersebut, terlebih mereka akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030.
"Kami telah memasuki dimensi baru, kami jauh lebih dihormati sekarang. Kami perlu menerima situasi ini dan menjalaninya sampai akhir. Saat ini, ketika Maroko mengikuti sebuah kompetisi, mereka harus berjuang untuk meraih trofi," ujar Ouahbi, menunjukkan ambisi besar timnya.
Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Maroko
Dalam pertandingan krusial ini, kedua pelatih diperkirakan akan menurunkan skuad terbaik mereka. Brasil diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Alisson Becker di bawah mistar gawang. Lini belakang akan dihuni Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Alex Sandro. Casemiro serta Bruno Guimaraes diproyeksikan mengisi lini tengah, sementara Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior menopang Matheus Cunha di lini depan.
Di kubu Maroko, Mohamed Ouahbi diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3. Yassine Bounou akan mengawal gawang, dengan Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, dan Noussair Mazraoui mengisi lini pertahanan. Sementara itu, Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, dan Azzedine Ounahi diperkirakan menjadi trio gelandang. Adapun lini depan akan ditempati Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, dan Ismael Saibari.
- Brasil (4-2-3-1): Allison Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti (Italia) - Maroko (4-3-3): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi; Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, Ismael Saibari.
Pelatih: Mohamed Ouahbi (Belgia/Maroko) - Wasit: Slavko Vincic (Slovenia)
Sumber: AntaraNews