Sorot
{{caption}}
Alasan Hakim Tolak Permintaan Jaksa Bebankan Rp 4,8 Triliun ke Nadiem

{{caption}}
Pramono Minta Senayan City dan Plaza Senayan Terhubung Terowongan Bawah Tanah

{{caption}}
Hakim Minta Kejagung Usut Kenaikan Harta Nadiem Lewat TPPU

{{caption}}
Makna Mawar Kuning di Sidang Nadiem

{{caption}}
OTT KPK di Kuansing Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

{{caption}}
KPK Amankan 10 Orang dalam OTT di Kuantan Singingi

Topik Terkait
{{caption}}
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Yield Obligasi Diproyeksi Tetap Tinggi Hingga Akhir 2026

Salvian menjelaskan bahwa tren yield obligasi pada semester II-2026 diperkirakan masih bertahan di level tinggi seiring proses repricing risiko.

{{caption}}
IHSG Masih Tertahan, Investor Menanti Arah BI Rate

Menjelang pengumuman BI Rate, pasar saham biasanya mengadopsi sikap defensif.

{{caption}}
Respons BI Soal Rupiah Tembus Rp17.300

Rupiah menembus Rp17.300 per dolar AS. BI menyebut tekanan global sebagai pemicu dan memperkuat intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga di 4,75%, Ini Alasannya

Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Maret 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI Rate, di angka 4,75 persen pada bulan Maret 2026.

{{caption}}
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan Februari 2026 di 4,75 Persen

Perry menyatakan, keputusan tersebut sejalan dengan fokus kebijakan bank sentral saat ini. Khususnya pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

{{caption}}
Bank Indonesia Buka Suara Soal Rupiah Terus Melemah

Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

{{caption}}
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen, Kurs Rupiah Malah Ditutup Melemah

Adapun pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menahan suku bunga acuan.

{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Desember 2025

Bank Indonesia menahan BI-Rate di level 4,75 persen pada Desember 2025 sambil merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi sekitar 3,2 persen.

{{caption}}
BI Rate Tetap 4,75 Persen: Terendah Sejak 2022, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, menjadikannya yang terendah sejak 2022. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

{{caption}}
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,5 Persen

Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI-Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

{{caption}}
Bank Indonesia Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

Perry menjelaskan keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran.

{{caption}}
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Tipis Hari Ini, Dipicu Kesepakatan AS-Iran untuk Hentikan Perang

Kondisi ini memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan dan harga minyak.

{{caption}}
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Level Rp17.843 per USD

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Bergerak Melemah Pekan Depan, Masih Dibayangi Catatan MSCI

Adapun pada perdagangan Jumat (19/6), rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp17.801 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.794 per USD.

{{caption}}
IBC Ingatkan Stabilitas Rupiah Perlu Ditopang Kredibilitas Kebijakan Makro

Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global.

{{caption}}
Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Hotel Tingkatkan Hunian Kamar

Pelemahan rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing.

{{caption}}
Rupiah Melemah dan Harga Obat Terancam Naik, IDI Semarang : Ketergantungan Impor

Kenaikan harga obat itu tidak hanya dari faktor biaya produksi saja, namun juga distribusi dan rantai pasok yang sebagian masih berkaitan dengan komponen impor.

{{caption}}
LPS Naikkan Batas Bunga Tabungan Dijamin Jadi 3,75 Persen Mulai Juli 2026

Tingkat cakupan penjaminan simpanan tetap terjaga dan berada jauh di atas mandat Undang-Undang, yaitu melebihi 90 persen dari total rekening nasabah.

{{caption}}
Dampak SRBI Terhadap Likuiditas Bank: Ekonom Ingatkan BI Jaga Keseimbangan

Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menyoroti potensi SRBI menyedot likuiditas bank. Ia mengingatkan BI untuk memastikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tidak memicu kenaikan bunga simpanan berlebihan.

{{caption}}
Meski BI Rate Naik, PIK 2 Tetap Pede Bisa Capai Marketing Sales Rp4,3 Triliun

Christy menjelaskan bahwa saat menyusun target bisnis pada awal 2026, perseroan belum memasukkan skenario kenaikan suku bunga yang cukup agresif.

{{caption}}
Kenaikan BI Rate 5,50 persen: Sektor Mana yang Paling Terpengaruh?

Sektor properti menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian investor setelah keputusan Bank Indonesia.

{{caption}}
Tak Hanya Naikkan BI Rate, Ini 5 Keputusan Bank Indonesia untuk Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Keputusan kedua adalah penyesuaian tingkat imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

{{caption}}
Instrumen SRBI Capai Rp 885,41 triliun, BI Yakin Rupiah Tetap Stabil

Bank Indonesia melaporkan posisi SRBI mencapai Rp 885,41 triliun per 21 April 2026. BI-Rate dipertahankan di angka 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah.