Pabrik Petasan di India Meledak, 23 Orang Tewas dan Belasan Petugas Penyelamat Terluka
Ledakan disebabkan oleh kelalaian dalam penanganan bahan berbahaya serta pelanggaran standar keselamatan kerja.
Ledakan besar terjadi di sebuah unit produksi petasan di distrik Virudhunagar, Tamil Nadu, India, pada hari Minggu, 19 April 2026, menewaskan sedikitnya 23 orang. Selain itu, insiden ini juga menyebabkan sejumlah petugas penyelamat yang sedang melakukan evakuasi mengalami luka-luka.
Bupati Virudhunagar, NO Sukhaputra, mengungkap dari total korban tewas, 19 jenazah telah teridentifikasi, yang terdiri dari 16 perempuan dan 3 laki-laki. Sementara itu, enam korban yang terluka dilaporkan masih mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.
“Saat operasi penyelamatan berlangsung, terjadi ledakan kedua yang menyebabkan sekitar 13 orang terluka, termasuk polisi, petugas pemadam kebakaran, tim penyelamat, dan sukarelawan,” ungkap Sukhaputra kepada media.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada petugas yang mengalami cedera serius dan semua sedang mendapatkan perawatan medis, seperti yang dilansir dari laman Business Standard pada Senin, 20 April.
Ledakan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat di fasilitas produksi kembang api dekat Kattanarpatti. Setelah menerima laporan dari warga, aparat kepolisian dan tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi korban.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4959327/original/059538000_1727944544-Bom_Amerika_Perang_Dunia_Kedua_Meledak_di_Jepang.jpg)
Penyelidikan Dilakukan
Pemerintah distrik telah menunjuk seorang pejabat senior untuk mengkoordinasikan operasi penyelamatan dan penanganan pascakejadian. Pihak kepolisian juga telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui media sosial.
“Kecelakaan di Virudhunagar sangat menyedihkan. Saya turut berduka cita dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka,” tulisnya.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Amit Shah, yang menyebut insiden tersebut sebagai tragedi yang sangat menyedihkan.
Ketua Menteri Tamil Nadu, MK Stalin, menginstruksikan sejumlah pejabat untuk segera menuju lokasi guna mempercepat penanganan dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Hingga saat ini, proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, sementara para korban yang terluka telah dirujuk ke rumah sakit pemerintah terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.