Sebuah insiden ledakan petasan terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, pada hari Sabtu, 21 Maret, menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka. Kepolisian Resor Pekalongan Kota kini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab.
Ledakan dahsyat tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas perakitan petasan yang dilakukan oleh sejumlah remaja di dalam sebuah rumah kosong. Mereka menggunakan alat-alat seperti palu dan obeng, yang berujung pada insiden tragis ini.
Dampak ledakan petasan ini tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menyebabkan kerusakan material pada bangunan di sekitarnya. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Ajun Komisaris Polisi Setiyanto, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat beberapa remaja merakit petasan. Mereka menggunakan palu dan obeng di dalam sebuah rumah, yang kemudian memicu insiden tersebut.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai kronologi kejadian. Koordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah juga telah dilakukan dalam upaya penyelidikan ini.
Dari keterangan saksi, suara ledakan keras terdengar dari arah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari tempat tinggal korban. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi perakitan berada di area yang cukup dekat dengan permukiman warga.
Advertisement
Beberapa sisa barang bukti, seperti selongsong petasan berisi serbuk dan yang masih kosong, telah disita oleh pihak kepolisian. Barang bukti ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait jenis bahan peledak yang digunakan.
Advertisement
Dampak ledakan petasan ini sangat signifikan, menyebabkan kaca rumah warga pecah dan kerusakan pada bagian atap serta genteng. Kerugian material ini menunjukkan besarnya daya ledak dari petasan yang dirakit.
Sembilan korban yang terlibat dalam insiden ini mengalami luka bakar dan luka ringan di berbagai bagian tubuh mereka. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi para korban.
Para korban ledakan telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk penanganan medis.
Advertisement
Advertisement
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan petasan tersebut. Salah satu fokus penyelidikan adalah dugaan pembelian bahan peledak secara daring.
Berdasarkan keterangan dari saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut diduga dibeli melalui platform daring. Penyelidikan ini akan mencakup penelusuran sumber pembelian dan pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menyalakan petasan atau bahan peledak lainnya karena risiko tinggi terhadap keselamatan. Aktivitas semacam ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Advertisement
Selain berisiko menimbulkan korban jiwa atau luka, petasan dengan daya ledak tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan material. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk tidak terlibat dalam kegiatan berbahaya ini demi keamanan bersama.
Sumber: AntaraNews