Fenomena Misterius Rumah Tiba-Tiba Terbakar, Ternyata Ada Kandungan Gas Hidrogen dan Metana
Hingga Senin (1/6) siang, tercatat sudah terjadi 73 kali insiden benda terbakar secara tiba-tiba di dalam rumah tersebut.
Misteri kebakaran beruntun yang melanda sebuah rumah di kawasan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, mulai menemukan titik terang. Tim pakar dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya kandungan gas hidrogen (H_2) dan metana (CH_4) di lokasi kejadian.
Rumah milik Agus Yani tersebut mengalami fenomena aneh sejak Sabtu (23/5). Hingga Senin (1/6) siang, tercatat sudah terjadi 73 kali insiden benda terbakar secara tiba-tiba di dalam rumah tersebut.
Saat melakukan peninjauan lanjutan pada Senin (1/6), tim peneliti UGM secara kebetulan menyaksikan langsung fenomena mistis ini. Sebuah kaus di dalam salah satu kamar mendadak terbakar. Petugas langsung memadamkan api, membawa kaus tersebut ke luar, dan segera mengukur suhu serta kandungan gasnya.
Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) UGM, Prof. Alva Edy Tontowi mengonfirmasi adanya lonjakan suhu dan kandungan gas hidrogen pada kaus yang terbakar tersebut.
"Kami tadi menyaksikan langsung ya. Kebakaran setelah diinfo Mbak Mut (Mutviana). Ini salah satu kejadian yang memang luar biasa. Kita bisa lihat langsung," tutur Alva.
"Pada intinya tadi diukur. Kita mengukur suhu. Suhunya naik terus. Ada terpantau Hidrogennya, H2-nya naik terus," imbuh Alva.
Untuk mengantisipasi kebakaran susulan, Alva menyarankan agar pemilik rumah segera mengosongkan bangunan beserta seluruh isinya. Menurutnya, sifat gas yang dinamis menjelaskan mengapa titik kebakaran selalu berpindah tempat.
"Jadi kenapa pindah-pindah (titik kebakarannya) karena (sumber kebakaran) berupa gas. Gas itu bisa konsentrasi (berkumpul) di sana, memenuhi syarat dan nyala (terbakar)," terang Alva.
Meski demikian, pihak PKPE UGM menegaskan belum bisa mengetok palu terkait penyebab pasti kebakaran karena masih harus menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel barang yang dibawa.
"Sementara ini baru dugaan-dugaan. Tetapi nanti pastinya adalah dari yang (hasil) lab. Yang sudah terukur ya. Bukan hanya sebuah kata-kata tapi angka-angka nanti yang berbicara," urai Alva.
Hidrogen Bisa Menyala Tanpa Percikan Api
Senada dengan Alva, Guru Besar bidang Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko, menjelaskan bahwa alat deteksi yang dibawa timnya menangkap adanya spike atau lonjakan tajam pada gas hidrogen di titik benda yang terbakar. Selain hidrogen, tim juga mendeteksi gas metana (CH_4), karbon dioksida (CO_2), dan oksigen (O_2).
"Kami mendeteksi adanya CH4, Hidrogen, kemudian ada CO2 dan O2 ya. Nah yang ditempat terbakar tadi, ada spike langsung naik. Itu adalah gas Hidrogen," terang Agung.
"Gas Hidrogen ini bisa menyala tanpa percikan api. Ada dugaan, gas Hidrogen ini yang menyebabkan barang-barang di rumah Mbak Mutvia ini terbakar," sambung Agung.
Saat ini, fokus penelitian beralih pada pencarian sumber utama gas berbahaya tersebut. Tim UGM telah mengambil sampel barang-barang rumah tangga hingga air sumur untuk meneliti kemungkinan adanya aktivitas organisme tertentu.
"Yang kemudian kami pikirkan adalah sumber (gas Hidrogen) dari mana. Mekanisme pembentukan gas Hidrogen ini yang kami perlu telaah lagi. Apakah dekomposisi, pembusukan dari organik itu yang menghasilkan Hidrogen? Itu yang harus kami teliti lagi," tutup Agung.