Kebakaran Cianjur: Tiga Mobil Damkar Padamkan Api yang Lahap Belasan Rumah di Pacet
Kebakaran Cianjur melanda 12 rumah di Kecamatan Pacet, menyebabkan 18 keluarga mengungsi dan tiga orang luka bakar. Diduga akibat kebocoran tabung gas, Damkar Cianjur mengerahkan tiga unit mobil untuk memadamkan api.
Peristiwa kebakaran hebat melanda belasan rumah warga di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (28/3). Insiden ini menyebabkan setidaknya 12 unit rumah hangus terbakar dan memaksa 18 kepala keluarga untuk mengungsi sementara waktu. Tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam dan 12 personel ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku memadamkan api yang dengan cepat membesar dan menjalar antar bangunan rumah yang berdekatan. Upaya pemadaman ini juga dibantu oleh warga sekitar yang panik.
Dugaan sementara penyebab kebakaran Cianjur ini adalah kebocoran tabung gas 12 kg dari salah satu rumah yang dihuni oleh seorang perempuan lanjut usia. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Damkar dan Inafis Polres Cianjur, untuk memastikan pemicu pasti dari musibah ini.
Respons Cepat Damkar Cianjur dan Penyelidikan Awal
Kepala Unit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran 3 Cipanas, Yanto Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya segera meluncurkan satu unit mobil pemadam tak lama setelah menerima laporan. Petugas langsung berupaya memadamkan kobaran api yang sebelumnya sudah diusahakan oleh warga dengan peralatan seadanya. Api yang membesar dengan cepat memerlukan penanganan ekstra.
Melihat kondisi api yang terus berkobar dan berpotensi menjalar lebih luas, Damkar Cianjur menambah dua unit mobil pemadam lagi ke lokasi kejadian. Dengan total tiga unit mobil dan belasan petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Proses pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Setelah api benar-benar padam dan lokasi dinyatakan aman, petugas Damkar bersama tim Inafis Polres Cianjur langsung memulai proses penyelidikan. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti dan informasi guna memastikan penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan rumah-rumah warga di Kampung Pasekon tersebut. Keterangan saksi mata juga menjadi bagian penting dalam proses ini.
Dampak Kerugian dan Harapan Korban Kebakaran
Kebakaran Cianjur ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun tiga orang dilarikan ke RSUD Cimacan karena mengalami luka bakar. Salah satu korban luka adalah seorang ibu lanjut usia bernama Nci (60), pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Ia tinggal sendirian di rumah tersebut saat kejadian berlangsung.
Sebanyak 12 rumah yang terbakar dihuni oleh 18 kepala keluarga dengan total 31 jiwa yang kini terpaksa mengungsi. Mereka saat ini menempati masjid terdekat sebagai tempat penampungan sementara. Banyak dari korban tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka, kecuali pakaian yang melekat di badan.
Salah seorang korban, Ucok (52), mengungkapkan bahwa ia hanya sempat menyelamatkan anak dan istrinya, sementara sepeda motor dan seluruh barang berharga lainnya ludes terbakar. Para korban berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dapat membangun kembali rumah mereka yang rata dengan tanah. Mereka mayoritas tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga sangat membutuhkan uluran tangan.
Sumber: AntaraNews