Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (28/3) di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, telah menghanguskan sebanyak 12 rumah. Insiden ini diduga disebabkan oleh kebocoran tabung gas berukuran 12 kg, yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar dan memaksa puluhan warga untuk mengungsi.
Api pertama kali muncul dari rumah Nci (60), seorang lansia yang tinggal sendiri. Karena letak bangunan yang berdekatan, api dengan cepat menyebar ke sebelahnya, menghanguskan 11 rumah lainnya hingga hampir rata dengan tanah. Kepala Unit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran 3 Cipanas, Yanto Hermanto, mengungkapkan bahwa mereka mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani situasi tersebut.
Setelah satu jam berjuang melawan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran dengan bantuan warga yang menggunakan peralatan seadanya.
"Setelah dilakukan pendinginan, kami bersama tim Inafis Polres Cianjur melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut," jelas Yanto.
Advertisement
Meskipun tidak ada yang kehilangan nyawa, kerugian material akibat peristiwa tersebut sangatlah besar. Sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 31 jiwa kini terpaksa mengungsi di masjid terdekat karena kehilangan tempat tinggal mereka. Salah satu korban, Ucok (52), menceritakan betapa menakutkannya situasi ketika api melahap pemukiman mereka.
Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga sama sekali.
"Kami hanya menyelamatkan nyawa anak dan istri. Sepeda motor dan barang berharga di dalam rumah ikut terbakar semua, hanya pakaian yang melekat di badan yang tersisa," ungkap Ucok.
Saat ini, para korban sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga sangat sulit untuk membangun kembali rumah yang telah hancur.
"Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah kami," kata dia.
Dengan kondisi yang serba sulit ini, mereka merasa sangat membutuhkan dukungan agar bisa memulai kembali kehidupan mereka setelah tragedi yang menyedihkan ini.