DPKP Kerahkan Tiga Damkar Padamkan Kebakaran OKU Selatan, Tiga Rumah Hangus

Tiga rumah warga di Desa Gedung Wani, OKU Selatan, hangus dilalap api akibat dugaan korsleting listrik. DPKP OKU Selatan mengerahkan tiga unit mobil damkar untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPKP Kerahkan Tiga Damkar Padamkan Kebakaran OKU Selatan, Tiga Rumah Hangus
Tiga rumah warga di Desa Gedung Wani, OKU Selatan, hangus dilalap api akibat dugaan korsleting listrik. DPKP OKU Selatan mengerahkan tiga unit mobil damkar untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih luas. (AntaraNews)

Pada Minggu siang, musibah kebakaran hebat melanda Desa Gedung Wani, Kecamatan Runjung Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Tiga unit rumah penduduk di Dusun 4 hangus terbakar hingga rata dengan tanah akibat insiden tragis ini. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) OKU Selatan segera mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran untuk mengatasi kobaran api.

Kepala DPKP OKU Selatan, Wily Agus, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Api yang cepat membesar menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi warga terdampak. Pihak berwenang bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat setempat.

Puluhan personel DPKP OKU Selatan dikerahkan ke lokasi kejadian untuk berjuang memadamkan api yang mengganas. Upaya pemadaman ini bertujuan untuk mencegah api merambat ke pemukiman warga lainnya. Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Mendapat laporan mengenai kebakaran OKU Selatan yang melanda Desa Gedung Wani, tim DPKP OKU Selatan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta puluhan personel dikerahkan untuk menaklukkan kobaran api yang telah melahap tiga rumah warga. Kecepatan respons ini menjadi krusial dalam upaya meminimalisir dampak lebih lanjut.

Api yang sudah telanjur membesar saat pertama kali diketahui warga membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri. Petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk mengendalikan situasi. "Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB atau dua jam setelah kejadian kebakaran," ujar Wily Agus.

Meskipun api telah padam sepenuhnya, personel DPKP OKU Selatan masih tetap berada di lapangan. Mereka melakukan proses pendinginan di sekitar lokasi kejadian. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali dan menimbulkan bahaya baru bagi masyarakat.

Penyebab utama kebakaran OKU Selatan ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Percikan api dari instalasi listrik yang tidak berfungsi optimal dapat dengan cepat memicu kebakaran, terutama di bangunan yang rentan. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini.

Tiga unit rumah penduduk di Dusun 4, Desa Gedung Wani, hangus tak bersisa. Seluruh bangunan rata dengan tanah, meninggalkan puing-puing dan sisa-sisa harta benda yang tidak dapat diselamatkan. Kondisi ini menunjukkan betapa cepat dan merusaknya api saat melahap struktur bangunan.

Kerugian material akibat peristiwa naas ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan rumah, barang-barang berharga milik warga juga ikut ludes terbakar. "Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, karena selain rumah, barang berharga milik warga juga tidak berhasil diselamatkan," kata Wily Agus.

Insiden kebakaran OKU Selatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan bahaya kebakaran. Kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dan kondisi instalasi listrik rumah tangga harus selalu ditingkatkan. Pemeriksaan rutin instalasi listrik dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, kesiapan menghadapi bencana kebakaran juga perlu diperhatikan. Pengetahuan dasar tentang cara memadamkan api kecil dan jalur evakuasi darurat sangatlah vital. DPKP OKU Selatan terus mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran.

Peristiwa di Desa Gedung Wani ini juga menyoroti pentingnya peran cepat tanggap dari pihak berwenang. Respons sigap DPKP OKU Selatan berhasil melokalisasi api dan mencegahnya menyebar ke area yang lebih luas. Kerjasama antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran adalah kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi