Batam Jadi Kota Otonom dengan Realisasi Investasi Tertinggi di Indonesia
Batam mencatat Realisasi Investasi Batam tertinggi di antara kota otonom se-Indonesia, menunjukkan daya tarik kuat bagi investor dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Batam mencatat capaian luar biasa dalam realisasi investasi, menempatkannya sebagai kota otonom dengan investasi tertinggi di Indonesia. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengumumkan prestasi ini pada rangkaian Batam Investment Gala. Angka investasi yang signifikan ini menunjukkan potensi besar Batam dalam menarik modal.
Secara nasional, Batam berhasil masuk dalam lima besar kabupaten/kota dengan realisasi investasi tertinggi. Capaian ini menunjukkan daya saing Batam yang kuat di tengah persaingan regional dan global. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas.
Total realisasi investasi Batam mencapai sekitar Rp69 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Angka ini hanya sedikit di bawah Jakarta Pusat yang mencapai Rp70 triliun, namun Batam unggul sebagai kota otonom. Prestasi ini menjadi bukti nyata pertumbuhan ekonomi yang positif di wilayah tersebut.
Batam Unggul dalam Realisasi Investasi sebagai Kota Otonom
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyoroti posisi Batam sebagai kota otonom dengan realisasi investasi nomor satu di Indonesia. Meskipun secara nasional berada di lima besar, Batam memimpin di antara kota-kota yang memiliki otonomi penuh. Capaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan investasi daerah.
Dengan realisasi investasi sekitar Rp69 triliun, Batam menunjukkan daya tarik yang kuat bagi para investor. Angka ini hampir setara dengan Jakarta Pusat yang mencapai Rp70 triliun, sebuah perbandingan yang mengesankan mengingat status Batam sebagai kota otonom. Keberhasilan ini merupakan indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memberikan perhatian khusus dan memonitor Batam secara intensif. Hal ini karena Batam dianggap memiliki potensi strategis yang perlu terus didorong untuk kemajuan ekonomi nasional. Fokus pemerintah pusat terhadap Batam menggarisbawahi pentingnya wilayah ini dalam peta investasi Indonesia.
Dukungan Pemerintah dan Keunggulan Kompetitif Batam
Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pelayanan perizinan dan memberantas praktik premanisme untuk meningkatkan iklim investasi. Selain itu, perbaikan kebijakan fiskal dan nonfiskal terus dilakukan agar Indonesia, termasuk Batam, semakin kompetitif. Langkah-langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif.
Posisi Batam semakin strategis berkat statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone). Keunggulan ini didukung oleh tarif ekspor yang menguntungkan, yaitu 19 persen ke Amerika Serikat dan 0 persen ke pasar Eropa. Regulasi seperti Peraturan Pemerintah Nomor 25 juga memberikan independensi dalam pelayanan perizinan di daerah.
Daya saing Batam diperkuat dengan keberadaan 17 kawasan industri dan empat kawasan ekonomi khusus. Infrastruktur dan fasilitas yang lengkap ini mendukung berbagai jenis investasi. Akses pasar global yang mudah juga menjadi nilai tambah signifikan bagi para pelaku usaha di Batam.
Apresiasi Pelaku Usaha dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengapresiasi peran pelaku usaha di Batam sebagai ujung tombak daya saing daerah. Para pengusaha Batam harus berhadapan langsung dengan persaingan regional dari negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Dedikasi mereka sangat vital dalam mencapai angka investasi yang tinggi.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, melaporkan bahwa realisasi investasi Batam pada tahun 2025 telah melampaui target. Dari target Rp60 triliun, Batam berhasil mencapai Rp69,3 triliun, atau sekitar 115,5 persen dalam waktu 11 bulan 9 hari. Capaian ini menunjukkan tren positif indikator makro ekonomi Batam.
Selain investasi, pertumbuhan ekonomi Batam hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar 6,89 persen. Amsakar Achmad menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen dan optimistis target tersebut akan terlampaui. Optimisme ini didasarkan pada rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan datang pada awal tahun 2026.
Sumber: AntaraNews