Investasi Banjarbaru Lampaui Target, Tembus Rp1 Triliun pada 2025
Realisasi Investasi Banjarbaru pada tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun, melampaui target yang ditetapkan, menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap iklim usaha di Kota Idaman.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mencatat capaian luar biasa dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Angka investasi berhasil menembus Rp1,029 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah kota maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa realisasi investasi ini membuktikan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Banjarbaru. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah serta menunjukkan iklim investasi yang kondusif.
Capaian signifikan ini tidak lepas dari kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarbaru serta seluruh perangkat daerah terkait. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Rekor Investasi dan Target yang Terlampaui
Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Bambang Supriyanto, mengungkapkan bahwa realisasi investasi sebesar Rp1,029 triliun pada tahun 2025 merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah Kota Banjarbaru. Ini adalah kali pertama nilai investasi di kota tersebut berhasil menembus angka Rp1 triliun.
Target investasi yang sebelumnya ditetapkan oleh Pemko Banjarbaru adalah sebesar Rp410 miliar. Sementara itu, target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berada di angka Rp710 miliar. Kedua target tersebut berhasil dilampaui secara signifikan.
Dengan realisasi Rp1,029 triliun, capaian investasi Banjarbaru meningkat drastis. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 251,20 persen dibandingkan target kota dan 144,98 persen terhadap target provinsi.
Kepercayaan Investor dan Iklim Usaha Kondusif
Wali Kota Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPMPTSP Banjarbaru dan seluruh perangkat daerah terkait. Mereka dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang sangat kondusif, menarik banyak penanam modal ke daerah.
“Ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banjarbaru semakin kuat,” ujar Lisa Halaby di Banjarbaru. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan kemudahan berinvestasi yang ditawarkan oleh pemerintah daerah.
Peningkatan investasi Banjarbaru ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah, menunjukkan potensi besar. Kondisi ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang melalui kebijakan yang pro-investor.
Strategi Peningkatan dan Dampak Ekonomi Lokal
Wali Kota Lisa Halaby meminta agar dilakukan pemetaan rinci terhadap sektor-sektor penyumbang investasi. Sektor-sektor seperti jasa, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN) perlu diidentifikasi sebagai dasar kebijakan investasi 2026.
Selain itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya dampak investasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Khususnya, peningkatan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi usaha dan proyek.
Bambang Supriyanto menambahkan, pihaknya akan memperkuat pelayanan perizinan berbasis digital. Langkah ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan iklim investasi yang positif di Banjarbaru pada tahun berjalan, memastikan kemudahan bagi investor.
Publikasi capaian investasi juga akan digencarkan melalui media massa dan kanal media sosial resmi pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak investor dan memperluas jangkauan promosi potensi daerah.
Sumber: AntaraNews