Realisasi Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Lampaui Target Tahunan

Provinsi Banten mencatat capaian luar biasa dalam realisasi Investasi Banten 2025, mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target tahunan dan menunjukkan kepercayaan investor yang kuat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Realisasi Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Lampaui Target Tahunan
Provinsi Banten mencatat capaian luar biasa dalam realisasi Investasi Banten 2025, mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target tahunan dan menunjukkan kepercayaan investor yang kuat. (AntaraNews)

Provinsi Banten mencatat realisasi investasi yang sangat impresif sepanjang tahun 2025, dengan total mencapai Rp130,2 triliun. Angka ini berhasil melampaui target tahunan hingga 108,95 persen, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan investasi yang tajam pada triwulan IV 2025, yang menjadi pengungkit utama capaian Semester II.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa capaian realisasi investasi Banten 2025 ini mencerminkan kepercayaan investor yang terus menguat. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah Provinsi Banten melihat investasi sebagai motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat.

Untuk mempertahankan tren positif ini, Pemprov Banten terus berupaya menjaga iklim usaha yang kondusif dan menarik investasi baru. Langkah-langkah strategis telah diterapkan untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan investasi. Hal ini penting agar potensi ekonomi Banten dapat terus dimaksimalkan demi kemajuan daerah.

Realisasi investasi Banten 2025 menunjukkan lonjakan signifikan pada triwulan IV, mencapai Rp38,6 triliun. Angka ini menjadi faktor utama tingginya capaian Semester II serta realisasi investasi tahunan secara keseluruhan. Lonjakan ini mengindikasikan dinamika ekonomi yang positif dan respons cepat dari para pelaku usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten, Virgojanti, menjelaskan bahwa investasi pada triwulan IV terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp19,30 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp19,28 triliun. Sebanyak 31.185 proyek berhasil terealisasi, menyerap 58.733 tenaga kerja. Distribusi yang seimbang antara PMA dan PMDN menunjukkan daya tarik Banten bagi investor domestik maupun internasional.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, komposisi investasi didominasi oleh PMDN sebesar Rp73,20 triliun, sementara PMA mencapai Rp56,96 triliun. Data ini menegaskan bahwa kepercayaan investor terhadap Banten terus menguat. Total penyerapan tenaga kerja sepanjang 2025 mencapai 214.216 orang, membuktikan dampak nyata investasi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan menarik investasi baru. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu aktivitas investasi. Gangguan investasi dianggap kontraproduktif terhadap upaya pemerintah dalam merayu investor.

Perlindungan terhadap iklim investasi merupakan kepentingan bersama, termasuk bagi pemerintah kabupaten dan kota di Banten. Dimyati menegaskan bahwa jika investasi diganggu, maka upaya bersama untuk menarik modal akan sia-sia. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pertumbuhan investasi.

Selain itu, Pemprov Banten berkomitmen memastikan investasi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan manfaat bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Investasi memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan, sehingga harus dikelola secara bertanggung jawab.

Dari sisi sektor, industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor terbesar dalam realisasi investasi Banten 2025. Sektor ini disusul oleh transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri. Keberagaman sektor menunjukkan potensi ekonomi Banten yang luas dan menarik bagi berbagai jenis investasi.

Secara geografis, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon tetap menjadi episentrum utama investasi di Provinsi Banten. Kedua wilayah ini memiliki infrastruktur yang memadai dan aksesibilitas yang baik, menjadikannya lokasi strategis bagi para investor. Konsentrasi investasi di dua wilayah ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Virgojanti juga menyoroti penguatan investasi berbasis hilirisasi sebagai bagian dari upaya mendorong nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja. Nilai investasi hilirisasi pada triwulan IV mencapai Rp17,5 triliun, atau sekitar 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. Ini menunjukkan komitmen Banten untuk tidak hanya menerima investasi, tetapi juga mengolah sumber daya secara mandiri.

Secara tahunan, investasi hilirisasi menyumbang Rp41,3 triliun, atau 31,72 persen dari total realisasi investasi Banten 2025. Capaian ini menunjukkan arah kebijakan investasi Banten yang semakin terfokus pada dampak ekonomi nyata. Realisasi ini membuktikan bahwa investasi tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi