BP Batam Aktifkan Kembali LO Singapura, Percepat Arus Investasi ke Batam
BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer (LO) di Singapura untuk mempercepat diplomasi investasi dan menarik Penanaman Modal Asing (PMA) ke Batam, menegaskan komitmen Batam sebagai hub investasi regional.
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan kembali Liaison Officer (LO) di Singapura. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi investasi serta mempercepat masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) ke Batam.
Pengaktifan kembali LO ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BP Batam dan para investor potensial. Langkah ini juga memastikan bahwa minat investasi dapat segera diwujudkan menjadi proyek-proyek nyata di Batam.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa kehadiran LO akan mempercepat proses konversi minat investasi. Ia menyatakan Batam tidak hanya menawarkan insentif menarik, tetapi juga kepastian dan kecepatan eksekusi proyek.
Memperkuat Diplomasi Investasi dan Kecepatan Eksekusi
Kehadiran kembali Liaison Officer di Singapura merupakan strategi kunci BP Batam dalam memperkuat konektivitas investasi. Langkah ini memastikan Batam dapat bersaing secara efektif di kancah regional untuk menarik modal asing.
Fary Djemy Francis menjelaskan bahwa peran LO sangat vital dalam mempercepat komunikasi langsung dengan investor. Hal ini krusial untuk mengubah minat investasi menjadi realisasi proyek yang konkret dan berkelanjutan di Batam.
Penunjukan Gloria Tan sebagai LO BP Batam di Singapura bukanlah hal baru, mengingat ia telah menjabat posisi ini selama 18 tahun sebelumnya, dari tahun 2001 hingga 2020. Pengalaman panjangnya diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menarik investasi.
Gloria Tan sendiri menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas investasi antara Batam dan Singapura. Ia melihat Batam memiliki posisi strategis dalam ekosistem industri regional yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menarik investor.
Batam sebagai Regional Execution Hub
Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Thomas Siregar, menyambut baik inisiatif BP Batam ini. Menurutnya, penguatan kehadiran BP Batam di Singapura akan semakin memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan di kawasan.
Langkah ini juga dipandang akan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Batam, terutama dalam konteks rantai pasok regional. Batam diharapkan dapat menjadi pusat penting dalam ekosistem industri Asia Tenggara.
Strategi BP Batam ini secara jelas menegaskan visi untuk menjadikan Batam sebagai regional execution hub. Fokus utamanya adalah investasi di sektor industri, logistik, dan ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Dengan posisi geografis yang strategis dan dukungan kebijakan investasi, BP Batam berupaya menarik lebih banyak investor. Terutama mereka yang mencari lokasi ideal untuk pengembangan bisnis dan operasional di Asia Tenggara.
Sumber: AntaraNews