Jakarta, 14 April – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa investor global terus mengakui ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global. Pengakuan ini didasarkan pada dua publikasi internasional yang dirilis dalam waktu kurang dari seminggu.
Dua laporan tersebut secara konsisten mengonfirmasi pandangan para pelaku pasar global dan lembaga multilateral mengenai kekuatan ekonomi Indonesia. Hal ini memberikan sinyal positif di tengah tantangan eksternal yang kompleks. Publikasi ini menjadi bukti nyata bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kokoh.
Airlangga menyoroti bahwa sinyal positif ini muncul di tengah ketidakpastian global yang meningkat. Konflik di Timur Tengah, volatilitas harga energi, dan ketegangan perdagangan internasional telah memberikan tekanan pada beberapa negara di kawasan. Namun, Indonesia berhasil menunjukkan performa yang stabil.
Advertisement
Advertisement
Proyeksi Pertumbuhan Kuat dari ADB
Laporan Asian Development Bank (ADB) edisi April memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil. ADB memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,2 persen pada tahun 2026 dan 2027, meningkat dari 5,1 persen pada tahun 2025. Proyeksi ini menempatkan pertumbuhan Indonesia di atas rata-rata sub-kawasan Asia Tenggara yang sebesar 4,7 persen pada tahun 2026.
Institusi tersebut menilai bahwa permintaan domestik yang kuat menjadi pilar utama pendukung kinerja ekonomi Indonesia. Inflasi yang terjaga di sekitar 2,5 persen, sejalan dengan target pemerintah, serta kebijakan moneter yang terkalibrasi turut berkontribusi. Faktor-faktor ini mencerminkan kekuatan struktural ekonomi domestik dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Dalam hal pendorong pertumbuhan, ADB mencatat konsumsi rumah tangga tetap menjadi faktor kunci. Peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan momentum musiman Ramadan serta Idul Fitri mendukung hal ini. Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan peningkatan investasi sektor swasta, khususnya di industri hilir, juga memperkuat pertumbuhan.
Advertisement
Arus masuk investasi asing yang stabil turut membantu mendukung pembiayaan eksternal. Ini sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar mata uang. Kebijakan fiskal yang terarah terus berperan dalam menjaga daya beli dan mendukung investasi, sesuai laporan ADB.
Advertisement
Pengakuan Pasar Modal oleh FTSE Russell
Sementara itu, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April mempertahankan status pasar modal Indonesia. Indonesia tetap sebagai secondary emerging market dan tidak dimasukkan dalam daftar pengawasan untuk potensi penurunan peringkat. Penilaian ini mencerminkan kemajuan reformasi struktural di pasar modal Indonesia.
FTSE Russell menyoroti implementasi delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi. Ini termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, persyaratan free float minimum 15 persen, dan mekanisme peringatan dini untuk konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC). Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap tata kelola pasar modal yang lebih baik.
Menurut Airlangga, posisi Indonesia kini setara dengan Tiongkok dan India dalam klasifikasi FTSE. Hal ini semakin mengonfirmasi kemajuan pasar modal menuju standar tata kelola dan transparansi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik penilaian ini sebagai bukti bahwa reformasi yang sedang berjalan menunjukkan kemajuan positif dan kredibel di mata penyedia indeks global.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah untuk Reformasi Berkelanjutan
Pemerintah memandang pengakuan-pengakuan ini sebagai validasi arah kebijakan makroekonomi. Kebijakan tersebut mencakup menjaga permintaan domestik, memperkuat fondasi fiskal, mempertahankan kredibilitas moneter, dan melanjutkan reformasi pasar keuangan. Ini adalah pendekatan komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi.
“Di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan, Indonesia telah membuktikan bahwa fundamental domestik yang kuat adalah jangkar yang efektif dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang,” ujar Airlangga. Pernyataan ini menegaskan keyakinan pemerintah terhadap strategi ekonomi yang diterapkan.
Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat reformasi. Ini termasuk persiapan untuk tinjauan triwulanan FTSE Russell pada Juni 2026 dan tinjauan indeks MSCI pada Mei 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh di tengah guncangan eksternal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews