Jakarta, 12 Juli 2026 – Wisata olahraga atau sport tourism diakui sebagai strategi yang sangat efektif untuk mempromosikan pariwisata nasional. Kegiatan ini juga terbukti mampu menggerakkan geliat ekonomi di tingkat lokal. Demikian disampaikan oleh Vinsensius Jemandu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Menurut Vinsensius, wisata olahraga memiliki kemampuan unik untuk mengumpulkan keramaian besar dengan biaya yang relatif terjangkau. Dampaknya terhadap masyarakat sekitar sangatlah signifikan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dapat merasakan langsung peningkatan pendapatan.
Pergerakan wisatawan nusantara dari berbagai kabupaten dan provinsi sekitar juga turut meningkat berkat adanya acara wisata olahraga. Kemenpar berharap setiap destinasi pariwisata di Indonesia dapat menyelenggarakan kegiatan kebugaran, termasuk berbagai jenis wisata olahraga, untuk memaksimalkan potensi ini.
Advertisement
Advertisement
Mengapa Wisata Olahraga Begitu Efektif?
Vinsensius Jemandu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar), menegaskan bahwa wisata olahraga memiliki kekuatan unik. Ia mampu mengumpulkan keramaian besar dengan biaya yang relatif rendah. Namun, dampak yang dihasilkan terhadap masyarakat sekitar sangatlah signifikan.
Kehadiran acara wisata olahraga secara langsung menghidupkan sektor UMKM lokal. Para pelaku usaha kecil dan menengah merasakan peningkatan penjualan. Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara dari berbagai daerah turut meningkat, memberikan dorongan ekonomi yang nyata.
Fenomena ini menjadikan wisata olahraga sebagai alat promosi pariwisata yang sangat efektif. Sekaligus menjadi motor penggerak penting bagi roda ekonomi di tingkat lokal. Kementerian Pariwisata secara aktif mendorong pengembangan jenis pariwisata ini di seluruh destinasi.
Advertisement
Advertisement
Pergeseran Tren Pariwisata Pasca-Pandemi
Tren wisata kebugaran atau wellness tourism mengalami peningkatan drastis pasca-pandemi COVID-19. Vinsensius menyoroti bahwa kini wisata kebugaran telah menjadi gaya hidup. Ini juga merupakan produk pariwisata berkualitas tinggi.
Terdapat tiga portofolio produk wisata utama: budaya (culture), alam (nature), dan buatan (man-made). Wisata olahraga termasuk dalam kategori produk buatan. Kontribusinya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dahulu, produk budaya menyumbang 60 persen wisatawan mancanegara, alam 30 persen, dan buatan hanya 10 persen. Kini, kontribusi produk buatan, termasuk wisata kebugaran dan olahraga, telah meningkat hingga 20 persen. Pergeseran ini sangat positif karena berkaitan dengan peningkatan spending ataupun devisa untuk mancanegara.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Generasi Muda
Di tingkat domestik, kegiatan wisata olahraga telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan pentingnya kesehatan. Antusiasme ini terlihat jelas di berbagai daerah dengan partisipasi yang besar.
Vinsensius mengamati perubahan perilaku di kalangan generasi muda. Jika dulu mereka banyak menghabiskan waktu di kafe, kini trennya bergeser. Banyak anak muda yang lebih memilih berpartisipasi dalam acara lari atau kegiatan olahraga lainnya.
Pergeseran ini merupakan tren yang sangat positif bagi perkembangan wisata olahraga di Indonesia. Ini tidak hanya mendukung kesehatan individu. Namun juga memperkuat potensi pariwisata berkelanjutan di masa depan, menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan dinamis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews