Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), bersiap memulai tahapan krusial dalam upaya pemulihan pascabencana gempa bumi. Proses Penanganan Rumah Rusak Sigi, khususnya untuk kategori ringan dan sedang di wilayah Nokilalaki serta Palolo, akan segera bergulir mulai pekan depan.
Langkah strategis ini diambil setelah Pemkab Sigi berhasil menuntaskan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) bagi rumah yang mengalami kerusakan berat. Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur permukiman.
Fokus penanganan kali ini adalah mengakomodasi kebutuhan mendesak bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak ringan dan sedang. Hal ini memastikan bahwa seluruh masyarakat terdampak mendapatkan Penanganan Rumah Rusak Sigi yang komprehensif dan sesuai.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Penanganan Tahap Awal
Sebelumnya, Pemkab Sigi telah menetapkan prioritas tinggi pada Penanganan Rumah Rusak Sigi kategori berat serta tempat ibadah yang terdampak gempa bumi. Tahap pertama dan kedua difokuskan pada kerusakan paling parah untuk memastikan respons cepat dan efektif.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menjelaskan bahwa finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara bagi rumah rusak berat telah berhasil diselesaikan. Pencapaian ini menandai progres signifikan dalam upaya pemulihan bencana di seluruh wilayah Sigi.
Dengan tuntasnya tahapan awal, pemerintah kini dapat mengalihkan perhatian ke kategori kerusakan lainnya. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh warga terdampak gempa bumi di Sigi mendapatkan bantuan Penanganan Rumah Rusak Sigi yang sesuai dengan tingkat kerusakan properti mereka.
Advertisement
Advertisement
Sosialisasi dan Asesmen Rumah Rusak Ringan Sigi
Guna menjamin kelancaran Penanganan Rumah Rusak Sigi kategori ringan dan sedang, pemerintah daerah akan segera melaksanakan sosialisasi. Sosialisasi ini secara khusus ditujukan kepada tim asesmen yang akan bertugas di lapangan.
Tim asesmen akan melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sigi, yang memiliki kapasitas dalam menilai tingkat kerusakan bangunan. Proses sosialisasi ini dijadwalkan akan dimulai pekan depan, bersamaan dengan dimulainya tahapan Penanganan Rumah Rusak Sigi.
Samuel Yansen Pongi menyatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat akan berperan aktif dalam koordinasi. Kolaborasi antarinstansi ini diharapkan dapat mempercepat proses asesmen dan validasi data di lapangan untuk Penanganan Rumah Rusak Sigi yang efisien.
Advertisement
Pendataan yang akurat sangat krusial untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. Setiap rumah terdampak akan dinilai secara cermat guna menentukan jenis serta besaran bantuan yang diperlukan dalam Penanganan Rumah Rusak Sigi.
Advertisement
Data Kerusakan dan Harapan Pemulihan
Berdasarkan data dari Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi, total rumah yang mengalami kerusakan mencapai 4.012 unit. Angka ini mencakup berbagai kategori kerusakan yang tersebar di beberapa wilayah terdampak.
Rincian kerusakan tersebut terdiri dari 266 rumah rusak berat, 1.195 rumah rusak sedang, dan 2.551 rumah rusak ringan. Data ini menjadi dasar utama bagi Pemkab Sigi dalam merencanakan serta melaksanakan program Penanganan Rumah Rusak Sigi secara komprehensif.
Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi berharap agar seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik ringan maupun sedang, dapat segera terdata dengan baik. Proses pendataan yang menyeluruh akan memastikan setiap warga menerima hak penanganan yang sesuai.
Advertisement
Upaya Penanganan Rumah Rusak Sigi ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat terdampak. Pemkab Sigi berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan infrastruktur permukiman hingga tuntas.
Sumber: AntaraNews