Hotman Paris: Nasib Nadiem Makarim Sama Seperti Tom Lembong, Tak Ada Satu Rupiah-pun Masuk ke Kantongnya
Hotman menyatakan, tidak ada satu sen pun uang yang masuk dari siapapun ke kantong Nadiem Makarim.
Kuasa hukum Nadiem Makariem, Hotman Paris menyebut bahwa nasib kliennya sama dengan yang menimpa Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. Hal tersebut menanggapi penetapan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Oke, satu tidak ada kasus. Kasus Nadiem, nasib Nadiem sama dengan nasib Lembong. Tidak ada satu Rupiah pun jaksa menemukan ada uang masuk ke kantongnya Nadiem," tutur Hotman kepada wartawan, dikutip Jumat (5/9).
Hotman menyatakan, tidak ada satu sen pun uang yang masuk dari siapapun ke kantong Nadiem Makarim terkait pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
"Sama persis dengan kasus Lembong. Tidak ada uang. Lembong tidak pernah terima uang," jelas dja.
Investasi Google
Kemudian soal investasi Google di tahun yang sama dengan proyek pengadaan laptop, kata Hotman, bahwa sebelumnya raksasa teknologi itu sudah empat kali menyuntik dana ke Gojek dengan harga pasar.
"Google itu kan perusahaan internasional, perusahaan raksasa dunia. Jadi tidak ada kaitan sama sekali," ungkapnya.
Tidak ketinggalan soal pengadaan laptop yang hasil penjualannya masuk ke pihak vendor dengan harga resmi e-katalog. Hotman menegaskan, tidak ada aliran dana yang masuk dan menguntungkan Nadiem Makarim.
"E-katalog yang dikelola oleh pemerintah. Kemudian oleh Google dikasih pelatihan ke vendor. Yang terima adalah vendor untuk pelatihan. Yang dikirim bukan, yang dikasih bukan uang. Berupa tenaga ahli. Iya, jadi dilatih untuk menggunakan sistemnya itu," ujarnya.
"Vendor tidak pernah ngasih uang ke Nadiem, Google pun tidak pernah. Jadi tidak ada sama sekali. Dan itu waktu itu musim corona. Sehingga memang sistemnya Google itu sangat cocok. Jadi korupsinya memperkaya siapa? Harganya Chromebook itu lebih murah dari laptop lain waktu itu sistemnya. Tidak ada yang diperkaya siapapun," Hotman menandaskan.