Banyuwangi Ajak ASN Gowes ke Kantor, Hemat BBM Sekaligus Sehat
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong ASN untuk menghemat BBM di tengah ketidakpastian pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau ASN setempat menggunakan sepeda kayuh atau transportasi umum, termasuk ojek online, untuk menghemat BBM. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan energi fosil akibat konflik di Timur Tengah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat, mengaku juga mengeluarkan kebijakan untuk penghematan BBM bagi ASN setempat, selain penerapan satu hari Work From Home (WFH) sesuai kebijakan pemerintah pusat.
"Efisiensi energi ini merupakan mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah daerah saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan penghematan energi ini," katanya.
Angkutan Umum atau Ojol
Ipuk menyampaikan beberapa kebijakan di antaranya mulai dari efisiensi penggunaan kendaraan dinas, ASN diimbau pula menggunakan transportasi umum atau ojol.
Bahkan dia juga mendorong ASN yang rumahnya dekat ke tempat kerja mulai beralih menggunakan sepeda kayuh menuju tempat kerja masing-masing. ASN juga bisa memanfaatkan angkutan umum dan ojol ke tempat kerja, seperti yang telah diterapkan Pemkab Banyuwangi tiap hari Jumat.
Imbauan ini, lanjut Ipuk, juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta semua daerah mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk akibat dinamika yang terjadi di Timur Tengah.
"Kebijakan ini sedang kami bahas detailnya untuk segera diterapkan bersama, selain bisa menghemat energi, gowes juga lebih menyehatkan bagi ASN," kata Ipuk.
Mengurangi Mobilitas
Selain itu Ipuk juga meminta seluruh ASN mengoptimalkan kegiatan berbasis digital sebagai untuk mengurangi mobilitas.
"Selain lebih efektif dengan layanan digital, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi BBM untuk kendaraan dinas," kata dia.
Ipuk menambahkan imbauan ini tidak untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan energi, termasuk BBM.
"Tentu kita berharap konflik di Timur Tengah segera mereda, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia," tutur Ipuk.