Ternyata Tak Hanya Indonesia, Ini Negara Terapkan Kerja dari Rumah untuk Menghemat BBM
Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina juga berinisiatif untuk mendukung kebijakan bekerja dari rumah.
Indonesia telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan mendorong sektor swasta untuk melakukan hal yang sama. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap krisis energi yang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah.
Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina juga berinisiatif untuk mendukung kebijakan bekerja dari rumah.
Malaysia mulai menerapkan kebijakan WFH pada 15 April untuk ASN di kementerian dan lembaga pemerintah, serta pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai langkah efisiensi energi di tengah konflik yang terjadi.
"Kabinet telah menyetujui kebijakan kerja dari rumah. Ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi tetap stabil," ujar Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.
Pemerintah Malaysia sangat bergantung pada kebijakan subsidi untuk menjaga harga bahan bakar tetap terjangkau bagi masyarakat. Warga yang memenuhi syarat hanya perlu membayar RM1,99, yang setara dengan sekitar Rp8.370 per liter untuk bensin tanpa timbal.
Namun, dengan meningkatnya harga minyak mentah global dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Anwar menyatakan bahwa kuota bahan bakar bersubsidi akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.
Kondisi di Thailand
Pemerintah Thailand juga menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai negeri sipil (ASN) dan sektor swasta mulai Maret 2026. Selain itu, sejumlah arahan tambahan diberikan kepada pegawai negeri di negara tersebut.
Dikutip dari The Straits Times, beberapa langkah penghematan energi yang diambil meliputi penangguhan perjalanan ke luar negeri, anjuran untuk mengenakan kemeja lengan pendek saat bekerja, serta mendorong penggunaan tangga alih-alih lift.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul juga memerintahkan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah, kecuali bagi mereka yang bertugas melayani masyarakat secara langsung.
Di samping itu, pejabat pemerintah diminta untuk mengurangi penggunaan listrik di gedung-gedung perkantoran. Hal ini dilakukan dengan cara mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi konsumsi energi serta mendukung upaya pemerintah dalam menghemat sumber daya. Dengan langkah-langkah ini, Thailand berupaya untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas perkantoran.
Vietnam dan Filipina
Di Vietnam, pemerintah setempat juga berupaya mendorong masyarakat untuk bekerja dari rumah. Langkah ini diambil untuk memangkas konsumsi energi dengan memanfaatkan transportasi umum. Di sisi lain, di Filipina, sejak 9 Maret 2026, aparatur sipil negara (ASN) telah diberikan instruksi untuk bekerja hanya empat hari dalam seminggu.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar. Namun, perlu dicatat bahwa jadwal kerja yang lebih singkat ini bersifat sementara dan tidak berlaku untuk layanan darurat serta layanan garda depan.
Selain itu, kantor-kantor pemerintah juga telah diinstruksikan untuk mengatur suhu pendingin udara tidak lebih rendah dari 24 derajat Celcius, guna mendukung penghematan energi.