Pemprov Jatim Deklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu, Banyuwangi Jadi Pilot Project

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu di Banyuwangi, menegaskan komitmen serius untuk menjamin keselamatan ibu dan anak serta mencapai target nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jatim Deklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu, Banyuwangi Jadi Pilot Project
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu di Banyuwangi, menegaskan komitmen serius untuk menjamin keselamatan ibu dan anak serta mencapai target nasional. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara resmi mendeklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banyuwangi pada Minggu. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jatim untuk menjamin keselamatan ibu dan anak di wilayahnya. Deklarasi ini digagas sebagai langkah strategis dalam menekan angka kematian ibu yang masih menjadi perhatian serius.

Acara deklarasi penting ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Ratna Susianawati, turut hadir dalam kesempatan tersebut. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Timur, Imam Hidayat, juga memberikan dukungannya.

Gerakan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai target penurunan AKI secara signifikan. Tujuan utama deklarasi adalah membangun sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, diharapkan upaya penurunan AKI dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif di seluruh Jawa Timur.

Sekretaris KemenPPPA, Ratna Susianawati, menegaskan bahwa upaya penurunan AKI memerlukan pendekatan kolaboratif. Menurutnya, penurunan AKI tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu kementerian atau perangkat daerah saja. Hal ini membutuhkan peran serta multipihak yang terintegrasi untuk mendorong sistem yang lebih kuat.

Ratna menekankan bahwa menurunkan AKI bukan hanya program satu kementerian perangkat daerah tapi program multipihak. Target lima tahun ke depan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah menurunkan AKI nasional dari 189 per 100 ribu kelahiran hidup menjadi 122 per 100 ribu kelahiran hidup.

Meskipun target tersebut tidak mudah, Ratna optimis bahwa gerakan yang dimulai di Banyuwangi ini akan menjadi inovasi. Inovasi ini diharapkan dapat dicontoh oleh daerah lain di Indonesia. Banyuwangi diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan untuk pelaksanaan gerakan penurunan AKI secara nasional.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Timur, Imam Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Banyuwangi. Ia berterima kasih karena Banyuwangi telah menjadi titik awal pelaksanaan deklarasi penting ini. Deklarasi ini juga digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, menegaskan komitmen terhadap keselamatan perempuan.

Imam Hidayat menekankan bahwa keselamatan ibu adalah prioritas utama dalam upaya penurunan AKI. Ia menambahkan bahwa perlu adanya kerja sama lintas sektor yang kuat. Kerja sama ini melibatkan pemerintah pusat, provinsi, pemerintah daerah, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta dukungan keluarga dan lingkungan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan komitmen daerahnya untuk terus melakukan langkah-langkah penurunan AKI secara sinergis. Banyuwangi telah mewujudkan akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakatnya. Pemerintah kabupaten juga aktif mendorong keterlibatan kader, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai edukator.

Para kader ini bertugas memberikan edukasi serta meningkatkan literasi kesehatan bagi calon ibu dan ibu hamil di lingkungan mereka. Ipuk mengakui bahwa masih ada permasalahan AKI di Banyuwangi. Namun, Pemkab Banyuwangi terus berupaya menekan kasusnya melalui berbagai langkah dan melibatkan banyak pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi