Suasana Kebatinan Prabowo di Balik Pemberian Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong
Ketua DPW Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengungkapkan latar belakang keputusan Prabowo berikan amnesti Hasto Kristiyanto
Ketua DPW Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengungkapkan latar belakang keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong. Ia menjelaskan bahwa sebelum mengambil keputusan tersebut, Prabowo mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul.
Menurut Sudaryono, dari sudut pandang keuntungan, Prabowo melihat bahwa kebebasan Hasto dan Tom dapat berkontribusi pada terciptanya stabilitas politik.
"Bisa jadi manfaatnya stabilitas politik lebih baik, kemudian programnya jalan semua. Semua orang bersemangat dan bersepakat. Kan selalu ada pertimbangan manfaat dan mudarat," ungkap Sudaryono dalam wawancara eksklusif dengan Retno Pinasti di PinPoint SCTV yang dikutip pada Rabu (13/8).
Di sisi lain, Sudaryono juga menyampaikan bahwa ada risiko negatif yang harus dihadapi Prabowo sebagai presiden, dimana ia mungkin akan mendapat opini buruk terkait pemberian amnesti dan abolisi kepada Hasto dan Tom. Opini yang berkembang di masyarakat adalah bahwa Presiden telah melakukan intervensi terhadap proses hukum.
"Kalau manfaat lebih besar daripada mudaratnya, keputusan itu harus diambil," tegasnya.
Langkah Merangkul Pihak Berseberangan
Wamentan RI tidak membantah bahwa keputusan untuk membebaskan Hasto dan Tom Lembong dapat dianggap sebagai langkah untuk merangkul pihak-pihak yang berbeda dengan pemerintahan Prabowo. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa Prabowo tidak mengintervensi proses hukum yang dihadapi oleh Hasto dan Tom Lembong.
Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa keduanya tetap menjalani proses persidangan atas kasus masing-masing hingga hakim memberikan putusan. "Jadi pertimbangannya lebih di sisi itu, apakah publik menganggap ini salah satu cara merangkul? Bisa jadi," ungkap Sudaryono.
Sudaryono menegaskan bahwa keputusan Prabowo untuk membebaskan Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong diambil semata-mata demi kepentingan stabilitas nasional. "Semua itu atas kepentingan nasional, kepentingan yang lebih besar," tutup Sudaryono.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128654/original/055644500_1739255992-Infografis_SQ_Prabowo_Perintahkan_Kapolri__Jaksa_Agung_hingga_KPK_Sikat_Koruptor.jpg)