Eks Politisi PDIP Johan Budi Tak Setuju Prabowo Beri Amnesti ke Hasto Kristiyanto, Ini Alasannya

Meski tidak setuju dengan amnesti Hasto, namun Johan mengaku setuju dengan keputusan presiden yang memberi pengampunan terhadap Tom Lembong.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Eks Politisi PDIP Johan Budi Tak Setuju Prabowo Beri Amnesti ke Hasto Kristiyanto, Ini Alasannya
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi. (Liputan6.com/Ahmad Romadoni) (@ 2023 merdeka.com)

Mantan Juru Bicara KPK sekaligus eks politisi PDI Perjuangan, Johan Budi, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap amnesti yang diberikan Presiden Prabowo kepada Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Johan Budi menilai langkah tersebut berpotensi menjadikan hukum sebagai alat untuk kepentingan politik.

"Saya tidak setuju kalau kewenangan konstitusi yang dimiliki Presiden Prabowo itu digunakan untuk kepentingan politik, rekonsiliasi nasional kan istilahnya," kata Johan saat acara Total Politik, seperti dikutip Minggu (7/12).

Menurut Johan, saat tujuannya demi poltik, maka maknanya bisa banyak. Apalagi diberikan di perkara korupsi.

"Yang saya soroti dan saya tidak setuju adalah memberikan amnesti untuk rekonsiliasi politik tapi di kasus korupsi. Kalau politik kan bisa banyak hal, tapi kalau amnesti itu saya enggak setuju. tolong dicatat itu," tegas Johan.

Meski tidak setuju dengan amnesti Hasto, namun Johan mengaku setuju dengan keputusan presiden yang memberi pengampunan terhadap Tom Lembong dalam kasus gula dan Ira Puspa Dewi dalam kasus ASDP. Alasannya, karena presiden menggunakan kewenangannya kepada mereka atas nama keadilan masyarakat.

"Tapi kalau yang dua itu (abolisi Tom dan rehabilitasi ira) saya setuju karena konsepnya demi keadilan masyarakat," jelas Johan.

Namun pada kesempatan yang sama, politis Gerindra, Habiburokhman meluruskan apa yang dilakukan Presiden Prabowo bukan menggunakan hukum sebagai alasan untuk mengeksekusi dendam politik. Justru sebaliknya, Presiden Prabowo dinilai ingin menunjukkan sikap gentleman.

"Kami ingin menegaskan sikap gentleman kita, Pak Prabowo enggak ada dendam politik, orang ditipikorkan. Enggal ada, ini yang diluruskan," jelas Habiburokhman.

Habiburokhman berharap, tindakan Presiden Prabowo dapat dibaca secara lebih jernih oleh publik dan tidak diartikan sebatas kepentingan politik.

"Dalam prakteknya pak presiden ini kan di puncak kekuasaan, di bawah kan ada aparat dan sebagainya, ya bisa saja di situ ada miss masih mempraktekkan budaya lama oh yaudah nih produk rezim masa lalu, kita kejar sekarang, bisa saja. Tapi ini yang mau kita luruskan kalau mau jernih dilihat," katanya. 

Rekomendasi