Pemkab Lebak Genjot Verifikasi Siswa Sekolah Rakyat, Targetkan 200 Pelajar dari Keluarga Miskin

Pemerintah Kabupaten Lebak gencar melakukan verifikasi pendataan siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Program ini menargetkan 200 pelajar dari keluarga miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Lebak Genjot Verifikasi Siswa Sekolah Rakyat, Targetkan 200 Pelajar dari Keluarga Miskin
Pemerintah Kabupaten Lebak gencar melakukan verifikasi pendataan siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Program ini menargetkan 200 pelajar dari keluarga miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, tengah gencar melakukan verifikasi pendataan calon siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Proses ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Plt Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengungkapkan bahwa target penerimaan siswa baru mencapai 200 orang.

Verifikasi pendataan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat benar-benar berasal dari keluarga miskin. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Hasil asesmen akan diajukan kepada Bupati untuk penerbitan SK peserta didik.

Peserta didik yang lolos verifikasi adalah mereka dari keluarga yang masuk kategori miskin rentan dan miskin ekstrem, khususnya Desil 1 dan 2. Program ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dari kalangan kurang mampu, sejalan dengan visi program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah Rakyat memiliki misi mulia untuk mencetak anak-anak bangsa yang kompeten dan terampil dari keluarga miskin. Program ini berupaya keras memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Verifikasi ketat dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran, menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Proses pendataan calon siswa melibatkan Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lebak. Setelah verifikasi, semua hasil asesmen diajukan kepada Bupati untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) peserta didik. Langkah ini menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi calon siswa, sehingga tidak ada penyalahgunaan program.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, target penerimaan siswa baru adalah sebanyak 200 orang. Rinciannya terdiri dari 25 siswa SD, 75 siswa SMP, dan 100 siswa SMA. Plt Dinas Sosial Kabupaten Lebak berharap pendataan siswa baru ini dapat rampung pada Mei 2026, agar persiapan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027 akan menempati gedung baru permanen. Gedung ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) di wilayah Panggarangan, Kabupaten Lebak. Pembangunan gedung baru ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan berkualitas.

Gedung baru tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan sarana prasarana modern untuk menunjang KBM. Fasilitas yang tersedia antara lain asrama, ruang belajar, ruang dapur, ruangan makan, lapangan sepak bola, serta area untuk kegiatan kesenian. Sarana yang memadai ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi para siswa.

Pelaksanaan kegiatan KBM di gedung baru dipastikan akan dimulai pada Juni mendatang. Sementara itu, program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025/2026 telah berjalan baik, meskipun masih bertempat di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Lulusan Sekolah Rakyat yang menunjukkan prestasi gemilang di bidang akademik memiliki peluang besar. Mereka nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa terkendala biaya. Kesempatan ini membuka pintu bagi mereka untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mencapai cita-cita.

Selain itu, bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, tersedia prospek karier yang menjanjikan. Mereka berkesempatan untuk dipekerjakan di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini memberikan jaminan masa depan yang lebih baik dan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Pemerintah daerah meyakini bahwa dengan pendidikan yang baik, kemiskinan dapat dihapuskan secara bertahap. Melalui program Sekolah Rakyat, diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga mampu bersaing di dunia kerja.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi