Jumenengan PB XIV Purboyo Tak Dihadiri Pejabat dan 3 Kerabat Mataram
Kondisi tersebut tidak seperti saat upacara adat pemakaman PB XIII, Rabu (5/11) lalu.
Prosesi Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono (PB) XIV Purboyo, yang digelar di Sitihinggil, keraton, Sabtu (15/11) terlihat sepi. Hampir tidak terlihat kehadiran tokoh masyarakat maupun pejabat pemerintah, baik Wali Kota Solo, Gubernur Jawa Tengah maupun dari Kementerian yang hadir.
Kondisi tersebut tidak seperti saat upacara adat pemakaman PB XIII, Rabu (5/11) lalu. Saat itu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri, Gubernur, sejumlah kepala daerah, tokoh nasional hadir untuk melayat. Termasuk Catur Sagotrah yakni 3 kerabat Mataram Islam, Raja Yogyakarta, Adipati Paku Alaman dan Adipati Mangkunegaran.
Namun saat Jumenengan kemarin, berdasarkan pantauan merdeka.com, mereka absen. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang turut diundang juga tak kelihatan hadir. Padahal saat pemakaman PB XIII, Jokowi turut melepas jenazah mendiang Sinuhun di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung.
Hanya Dihadiri Keluarga Pendukung, Abdi Dalem dan Tamu Internal Keraton
Prosesi yang menjadi puncak pengukuhan Purboyo sebagai raja itu hanya dihadiri keluarga pendukung, abdi dalem, serta tamu internal keraton.
Putri PB XIII, GKR Timoer mengungkapkan ada sejumlah tamu undangan dari Raja di Nusantara yang hadir diantaranya dari Kasultanan Cirebon.
“Tamu-tamu ada Sultan Sepuh Cirebon, terus ada Sultan Indragiri, kemudian ada beberapa pengusaha maupun kerabat yang apa berteman dengan beliaunya (PB XIV) sendiri maupun berteman dengan Pakoe Boewono,” kata Timoer.
Karena Dualisme Kepemimpinan
Kendati tak dihadiri pejabat pemerintah, GKR Timoer menyebut prosesi tetap berjalan sesuai tata adat Keraton Surakarta yang telah turun temurun dilaksanakan.
“Alhamdulillah acara Jumenengan ndalem sinuhun PB XIV terlaksana dengan tertib dan sesuai paugeran. Kehadiran pejabat bukan syarat sahnya Jumenengan,” ungkap dia.
Sepinya kehadiran pejabat diduga karena masih adanya dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat. Di satu sisi kerabat dan keluarga keraton mendukung penobatan Purboyo dan di lain sisi tak sedikit yang memberikan dukungan untuk KGPH Mangkubumi. Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak memilih bersikap netral.
Hingga upacara berakhir, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun lembaga resmi keraton versi Hangabehi terkait posisi mereka atas acara tersebut.