PB XIV Purboyo Bentuk Bebadan Keraton, ini Tugasnya
Struktur yang disahkan pada 16 November 2025 ini dirancang agar setiap lembaga memiliki fokus tugas yang jelas, modern, namun tetap terikat pada nilai tradisi.
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purboyo memperbarui bebadan atau kelembagaan yang akan membantunya dalam memimpin Keraton Surakarta. Purboyo memasukkan para pendukungnya untuk memperkuat tata kelola keraton.
"Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi menetapkan struktur baru Bebadan Karaton sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola adat, memastikan pelaksanaan upacara berjalan sesuai paugeran, serta merapikan alur kewenangan di lingkungan keraton," ujar juru bicara Raja Surakarta, KPA Singonagoro, Jumat (21/11/2025).
Dikatakannya, struktur yang disahkan pada 16 November 2025 ini dirancang agar setiap lembaga memiliki fokus tugas yang jelas, modern, namun tetap terikat pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan para leluhur Mataram.
"Dalam struktur tersebut, unsur penasehat raja memiliki peran memberikan pertimbangan strategis kepada Sinuhun dalam kebijakan adat, keputusan budaya, hingga dinamika hubungan internal dan eksternal keraton," ungkapnya.
Tugas Sekretariat Pribadi Raja, Lembaga Hukum, Komunikasi publik dan Juru Bicara Raja
Sekretariat pribadi raja, lanjut dia, memiliki tugas mengatur seluruh agenda Sinuhun, mengelola administrasi resmi, menyusun protokol pertemuan, serta memastikan setiap kegiatan raja berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.
"Staf khusus raja merupakan unsur pendukung teknis yang membantu pelaksanaan kebijakan dalam ranah kebudayaan, hubungan antarlembaga, serta komunikasi internal," katanya.
Sementara lembaga hukum raja bertugas menjalankan fungsi penting dalam memastikan setiap keputusan berada dalam koridor paugeran adat, menangani perkara internal, serta memberikan tafsir hukum adat atas berbagai isu sensitif seperti suksesi, gelar, dan tata upacara.
"Untuk komunikasi publik, juru bicara raja bertugas menyampaikan informasi resmi, mengelola klarifikasi, dan menjamin bahwa setiap pesan keraton tersampaikan dengan bahasa yang santun, tepat, serta sesuai ketatabahasaan Jawa," jelas dia.
Tugas Bidang
Struktur ini, kata dia, juga memperjelas fungsi tiap pengageng bebadan. Bidang panreh praja bertanggung jawab sebagai pelaksana teknis perintah raja, pengkoordinasi antarlembaga, sekaligus penjaga manajemen internal agar berjalan tertib dan selaras.
"Bidang keputren mengatur seluruh kegiatan, tata laku, serta pendidikan adat di lingkungan keputren, termasuk pelestarian busana, tarian, dan seni budaya khusus puteri keraton," terangnya.
Pada sektor kesenian, dikatakannya, lembaga terkait memikul tugas melestarikan seni klasik keraton. Di antaranya tari, karawitan dan pedalangan, serta menyelenggarakan pendidikan seni bagi generasi muda.
Untuk bidang kebudayaan dan pariwisata, berkewajiban mengelola museum, cagar budaya, penyelenggaraan kegiatan budaya publik, serta promosi pariwisata berbasis warisan budaya keraton.
Bidang komunikasi internal keraton, khususnya Sasana Wilapa, mempunyai tugas menjaga ketatabahasaan, sapaan adat, tata tutur resmi, serta memastikan setiap pernyataan lembaga keraton sesuai paugeran.
"Di era digital, fungsi ini menjadi kunci agar citra Karaton tetap terjaga secara berwibawa," jelasnya lagi.
Tugas Lain yang Tidak Kalah Penting
Tugas lain yang tidak kalah penting meliputi pengelolaan keuangan dan administrasi keraton secara transparan, pengawasan aset budaya seperti pusaka dan perangkat upacara, pelestarian naskah kuno, pengelolaan prajurit dan protokoler keamanan adat, hingga perawatan fasilitas seperti pintu gerbang, penerangan, dan sarana pendukung upacara.
“Pembaruan struktur bebadan ini merupakan langkah penting untuk memastikan Karaton berjalan tertib, bersih, lan manut paugeran. Setiap lembaga memiliki fungsi penting dalam menjaga martabat Karaton sebagai pusat budaya Jawa. Kami berharap seluruh elemen Karaton dan masyarakat dapat mendukung langkah ini demi terciptanya suasana yang ayem, rukun, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.” kata Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Putri tertua mendiang PB XIII itu juga menegaskan bahwa kelembagaan yang saat ini terbentuk dengan tetap menempatkan Sri Susuhunan Paku Buwono XIV sebagai pemimpin adat tertinggi.
"Lembaga ini dibentuk dengan tetap tunduk atas dawuh Sinuwun dan mendudukkan Sinuwun sebagai pemimpin adat dikeraton tertinggi sesuai amanah Keppres Nomor 23 tahun 1988," tegasnya.
Landasan Bagi Arah Kepemimpinan Sinuhun ke Depan
KPA Singonagoro menambahkan, penyusunan ulang struktur ini merupakan landasan bagi arah kepemimpinan Sinuhun ke depan.
“Sinuhun Paku Buwono XIV menegaskan bahwa kepemimpinan beliau akan berorientasi pada ketertiban, keluhuran adat, dan tata krama pemerintahan Karaton yang berwibawa. Struktur baru ini menjadi pijakan untuk menata ulang manajemen internal Karaton agar lebih profesional, terarah, lan saged nuwuhake manfaat tumrap masyarakat. Sinuwun menghendaki Karaton tetep dados pepadhang budaya Jawa, relevan lan tansah ngurmati paugeran para leluhur,' ungkapnya.
Dengan restrukturisasi ini, Keraton Surakarta menegaskan komitmennya untuk tetap berperan aktif dalam dunia kebudayaan, sekaligus menjaga tradisi luhur yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Struktur baru tersebut diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan Karaton dalam memelihara peradaban Jawa di masa mendatang.